Pengrajin Genteng Kebumen Sambut Program Gentengisasi Prabowo
Pengusaha genteng Kebumen, Siti Mubarokah menunjukkan genteng hasil produksi salah satu tobong genteng miliknya.--
KEBUMEN - Pengrajin genteng Kebumen menyambut baik gagasan programn gentengisasi Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut disampaikan saat rapat koordinasi dengan kepala daerah se-Indonesia di Jakarta beberapa hari lalu.
Kabupaten Kebumen dikenal sebagai sentra pembuatan genteng sejak dulu. Bahkan pengrajin genteng tersebar di beberapa daerah. Genteng Soka merupakan produk genteng unggulan asal Kebumen yang telah terkenal dengan kualitasnya.
Salah satu pengusaha genteng Kebumen, Siti Mubarokah (38) menyambut baik dan siap untuk memenuhi kebutuhan pasar. Siti mengungkapkan, satu tobong memiliki kapasitas lebih dari 25 ribu pcs genteng. Genteng setengah jadi paling tidak harus melalui proses pembakaran di tobong selama 24 jam selama 4 hari.
"Semakin semangat memenuhi permintaan-permintaan yang akan datang. Tempat pembakaran kita tidak hanya satu sih. Ada empat tempat pembakaran," terangnya.
BACA JUGA:Pohon Tumbang, Jalur Karangsambung–Sadang Sempat Terputus
BACA JUGA:Stok Darah AB di Kebumen Kosong, Permintaan Meningkat
Dia memiliki 15 tempat produksi genteng yang tersebar di beberapa daerah di Kebumen. Lanjutnya, satu tempat produksi bisa menghasilkan 1.000 pcs genteng setiap harinya.
"Kualitasnya memang Genteng Soka itu kuat Mas. Tahan injak, terus kualitasnya memang bener-bener bagus," katanya, Kamis (5/2).
Terkait produksi, jelas Siti, memang tergantung cuaca. Mengingat genteng yang telah dicetak harus dijemur di bawah terik matahari sebelum melalui proses pembakaran. Genteng yang diproduksi Siti telah dipasarkan di beberapa daerah tidak hanya Kebumen tapi juga Yogyakarta serta Purworejo.
Mengenai harga, jelas perempuan itu, ada peningkatan harga untuk jenis genteng yang diproduksinya. Ada tiga jenis genteng yang diproduksinya seperti jenis plentong, magaz dan kodok.
"Harganya kemarin itu 1 pcs Rp 1.300 untuk yang plentong. Kalau magas itu Rp 1.400. Sekarang sudah melonjak, plentong itu sudah Rp 1.800. Kalau magas itu Rp 1.900," ucapnya. (mam)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
