Banner v.2

61 Warga Binaan High Risk Dipindahkan ke Nusakambangan Cilacap

61 Warga Binaan High Risk Dipindahkan ke Nusakambangan Cilacap

Para warga binaan mendapatkan pengawalan ketat saat menuju pulau Nusakambangan.-Mardi Santoso untuk Radarmas-

CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Sebanyak 61 warga binaan dengan kategori high risk dipindahkan ke sejumlah lapas di Pulau Nusakambangan pekan ini. Pemindahan ini dilakukan untuk penempatan yang lebih sesuai dari sisi pembinaan dan pengamanan.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Tengah, Mardi Santoso, mengatakan dalam satu minggu telah dilakukan dua kali pemindahan. Dengan tambahan tersebut, total warga binaan high risk yang sudah dipindahkan ke Nusakambangan mencapai 1.948 orang.

"Minggu lalu sebanyak 61 warga binaan dipindahkan ke Nusakambangan, mereka sebagain besar berasal dari Lapas di Jawa Timur, " katanya saat dikonfirmasi, Senin (2/2/2026).

Menurut Mardi, pemindahan ini tidak hanya terkait pengamanan, tetapi juga bagian dari proses pembinaan bagi warga binaan. Warga binaan yang ditempatkan di Nusakambangan akan menjalani assessment setiap enam bulan.

BACA JUGA:Razia Mendadak, Petugas Sita Potongan Besi dan Botol Kaca di Lapas Nirbaya Nusakambangan Cilacap

Hasil penilaian tersebut menjadi dasar penentuan penempatan di lapas dengan tingkat pengamanan tertentu. 

"Jika dinilai ada perubahan perilaku dan risiko menurun, warga binaan bisa dipindahkan ke lapas dengan pengamanan lebih rendah," lanjutnya. 

Sebanyak 61 warga binaan yang baru dipindahkan ditempatkan di Lapas Batu, Lapas Karanganyar, Lapas Besi, Lapas Gladakan, dan Lapas Narkotika Nusakambangan.

Proses pemindahan dilakukan dengan pengawalan petugas dari Direktorat Pengamanan dan Intelijen, Direktorat Kepatuhan Internal, petugas Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta pengamanan dari Polres Surakarta dan Brimob.

"Mereka disebar pada beberapa Lapas di Nusakambangan dengan kategori pengamanan maksimum. Proses pemindahannya pun mendapatkan pengawalan ketaslt dari petugas gabungan," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: