Banner v.2

Keterbatasan Keterampilan Jadi Kendala Pedagang Pasar Manfaatkan Studio Live di Tumenggungan Kebumen

Keterbatasan Keterampilan Jadi Kendala Pedagang Pasar Manfaatkan Studio Live di Tumenggungan Kebumen

Fasilitas studio live di Pasar Tumenggungan Kebumen masih belum bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh para pedagang karena keterbatasan keterampilan.--

KEBUMEN - Pemerintah Kabupaten Kebumen menyediakan studio live di Pasar Tumenggungan sebagai fasilitas pemasaran digital bagi pedagang. Namun, tidak semua pedagang siap memanfaatkannya karena keterbatasan keterampilan dan keberanian untuk tampil berjualan secara langsung di depan kamera.

Salah satu pedagang, Ifah (50), mengaku memiliki niatan memanfaatkan studio live tersebut, namun belum berani mencobanya. Pedagang pakaian yang telah berjualan di Pasar Tumenggungan sejak tahun 1990-an itu menyebutkan, saat ini dirinya masih belum siap tampil di depan kamera.

Ia mengatakan, penjualan pakaiannya mengalami penurunan, terutama setelah pandemi beberapa tahun lalu. Menurutnya, kondisi tersebut tidak lepas dari maraknya penjualan secara online.

"Belum bisa ngomong, belum berani. Kalau cuap-cuap di belakang sih bisa. Kalau di depan (kamera) belum berani mentalnya," katanya, Minggu (1/2).

BACA JUGA:Laba BUMDes Mapan Desa karangsari Kebumen Naik 133 Persen, Sri Brimawati Kembali Terpilih sebagai Direktur

BACA JUGA:Disdikpora Kebumen Ajukan Revitalisasi 355 Sekolah ke Pemerintah Pusat

Selama ini, pemasaran online yang dilakukan Ifah masih sebatas mengunggah foto produk melalui aplikasi pesan singkat. Ia mengaku bersedia mengikuti pelatihan apabila dinas terkait nantinya mengadakan program pendampingan bagi pedagang.

Hal serupa disampaikan pedagang lainnya, Umi (40). Pedagang pakaian yang telah berjualan di Pasar Tumenggungan selama sekitar 11 tahun itu mengaku masih mengandalkan pembeli yang datang langsung ke lapak, meskipun juga memasarkan barang dagangannya secara online melalui aplikasi pesan singkat.

"Kalau live belum berani. Ora pede (percaya diri) ngomong (depan kamera)," terangnya.

Ketua Tim Pengembangan Sarana Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kebumen, Arief Setiawan, mengatakan kondisi pasar, terutama di lantai 2, memang cenderung sepi dan tidak seramai sebelumnya.

BACA JUGA:Pemdes Grogolpenatus Bantah Isu Penyalahgunaan Dana Desa

Pihaknya berharap pedagang dapat mengikuti perkembangan zaman dengan mulai memanfaatkan pemasaran secara online. Untuk itu, Pemkab Kebumen menyediakan studio live yang bisa digunakan pedagang Pasar Tumenggungan maupun pedagang dari pasar lain.

Arief menuturkan, hingga saat ini baru beberapa pedagang dari pasar lain yang memanfaatkan studio live untuk memasarkan produknya. Dinas juga menggandeng mahasiswa dari empat universitas di Kabupaten Kebumen untuk mengembangkan studio live sekaligus membantu pedagang dalam proses pemasaran digital. (mam)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: