Banner v.2

Petugas MBG Pakai Kostum Ebeg, Edukasi Gizi Jadi Lebih Menyenangkan

Petugas MBG Pakai Kostum Ebeg, Edukasi Gizi Jadi Lebih Menyenangkan

Petugas SPPG berpakaian penari Ebeg bersama siswa SDN 2 Medayu Wanadadi usai membagikan MBG.-SPPG untuk Radarmas-

BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Suasana pagi di sejumlah sekolah dasar (SD) di Kecamatan Wanadadi, mendadak riuh. Di mana petugas atuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Linggasari yang datang membagikan makan bergizi gratis (MBG), mengenakan kostum penari ebeg.

Iringan gerak tari tradisional khas Banjarnegara itu disuguhkan singkat di halaman sekolah, tepat sebelum makanan dibagikan. Siswa yang semula berbaris rapi langsung bersorak. Tepuk tangan dan tawa pecah ketika mobil pengangkut MBG masuk ke halaman sekolah.

Ketua Yayasan Pikas Edu Kreata Banjarnegara, Arif Hidayatulloh menyebut, pendekatan budaya sengaja dipilih agar program MBG tidak terasa kaku dan monoton.

“Anak-anak jadi lebih antusias. Mereka tidak hanya menerima makanan bergizi, tapi juga merasakan pengalaman yang menyenangkan sekaligus dikenalkan pada budaya daerah,” kata Arif, Selasa (13/1).

BACA JUGA:MBG Guru dan Tendik Madrasah Belum Merata

Menurutnya, momen tersebut dimanfaatkan petugas untuk menyelipkan edukasi sederhana tentang gizi. Sambil membagikan makanan, petugas menjelaskan manfaat asupan seimbang bagi pertumbuhan, daya tahan tubuh, dan konsentrasi belajar, dengan bahasa yang mudah dipahami anak-anak.

“Program ini kami kemas ringan dan dekat dengan dunia anak. Harapannya pesan tentang pentingnya gizi bisa benar-benar sampai,” ujar Arif.

Pendekatan tak biasa itu mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Seorang guru di salah satu sekolah penerima MBG mengaku, metode tersebut membuat siswa lebih terbuka dan mudah diajak memahami pesan kesehatan.

“Anak-anak malah jadi menunggu. Mereka sering bertanya, kapan petugas yang pakai kostum ebeg datang lagi,” katanya.

Melalui cara ini, SPPG Linggasari berharap MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi siswa, tetapi juga menumbuhkan kecintaan pada budaya lokal serta membangun kesadaran hidup sehat sejak dini tanpa menghilangkan unsur kegembiraan di lingkungan sekolah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: