Banner v.2

Distapang Kebumen Dorong Peran Strategis Petani Milenial

Distapang Kebumen Dorong Peran Strategis Petani Milenial

Kepala Distapang Kebumen Teguh Yuliono --

KEBUMEN - Keterlibatan petani milenial menjadi kekuatan baru dalam upaya pemenuhan pasokan komoditas pertanian. Salah satunya adalah untuk mendukung Program Makan Bergizi (MBG) di Kebumen. 

Dengan semangat inovasi dan pemanfaatan teknologi, para petani muda dapat berperan aktif memastikan ketersediaan bahan pangan berkualitas. Mulai dari aneka sayuran, buah hingga komoditas hortikultura lainnya.

Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang) Kabupaten Kebumen terus mendorong peran strategis petani milenial melalui berbagai program pembinaan dan pendampingan. 

Mulai dari pelatihan budidaya berbasis praktik pertanian yang baik (Good Agricultural Practices), penguatan kewirausahaan pertanian, hingga fasilitasi akses permodalan dan sarana produksi, dilakukan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing petani muda.

BACA JUGA:Petani Kebumen Dapat Harga Lebih Baik Melalui Program MBG Nglarisi Pasar dan Petani

BACA JUGA:Bupati Kebumen Integrasikan MBG dengan Pasar Lokal Melalui Program MBG Nglarisi Pasar dan Petani

Kepala Distapang  Kebumen Teguh Yuliono menyampaikan beberapa Petani Milenial berprestasi yang kemarin mendapat Penghargaan dalam Lomba Petani Milenial sudah banyak yang berperan aktif. Ini dalam rangka pemenuhan pasokan bahan pangan segar di sektor pertanian maupun peternakan, khususnya komoditas lokal untuk kebutuhan MBG.

"Kami terus mendorong keterlibatan petani milenial agar menjadi bagian penting dari strategi daerah dalam menjaga keberlanjutan pasokan pangan untuk MBG. Tidak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan pangan jangka pendek, tetapi juga menyiapkan generasi petani masa depan yang adaptif, mandiri, dan berorientasi pasar," tuturnya.

Sebagai langkah konkret, Dinas Pertanian dan Pangan menginisiasi sinergi antara petani milenial, kelompok tani, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ini melalui skema kerja sama pasokan komoditas lokal. Kolaborasi ini memastikan bahan pangan MBG dapat dipenuhi dari produksi petani Kebumen sendiri, sekaligus memberikan kepastian pasar bagi petani.

"Melalui pola kemitraan ini, petani milenial tidak hanya berperan sebagai produsen, tetapi juga sebagai bagian dari sistem pangan daerah yang berkelanjutan," ungkapnya.

BACA JUGA:Pemkab Kebumen Dorong BUBK Tegalretno Kembali Produksi

BACA JUGA:Bupati Kebumen Dampingi Anak Korban Tragedi Keluarga di Buayan

Dengan dukungan teknologi digital, perencanaan tanam, pengelolaan panen, hingga distribusi komoditas kini berjalan lebih terukur dan efisien, sehingga kualitas dan kontinuitas pasokan dapat terjaga.

Sinergi antara petani milenial dan Dinas Pertanian dan Pangan akan menjadi fondasi kuat dalam menyukseskan Program Makan Bergizi sekaligus mendorong regenerasi petani. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menjadikan sektor pertanian sebagai bidang usaha yang modern, menjanjikan, dan berdampak luas bagi masyarakat. (mam)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: