Banner v.2

Modus Validasi IKD Catut Kecamatan Sumpiuh, Warga Nyaris Jadi Korban Penipuan

Modus Validasi IKD Catut Kecamatan Sumpiuh, Warga Nyaris Jadi Korban Penipuan

Tangkapan layar penelepon yang mengaku petugas Kecamatan Sumpiuh menginformasikan untuk hadir validasi IKD, Senin (5/1).-SUTRISNO UNTUK RADARMAS-

BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID -Sutrisno warga Desa Bogangin Kecamatan Sumpiuh nyaris menjadi korban dugaan penipuan modus validasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) mencatut Pemerintah Kecamatan Sumpiuh.

Kejadian bermula dari ada panggilan masuk di aplikasi whatsapp. Lalu, Sutrisno menerima dan orang yang menghubungi mengaku bernama Usman Ali sebagai petugas Kecamatan Sumpiuh.

"Ia menginformasikan supaya saya hadir ke Kantor Kecamatan Sumpiuh untuk validasi IKD," ujar Sutrisno, Senin (5/1). 

Lantaran merasa curiga, Sutrisno menolak. Namun, laki-laki yang mengaku petugas Kecamatan Sumpiuh itu terus berusaha membujuk. Tak hilang akal, ia kemudian mengajukan pertanyaan ke penelopon. 

BACA JUGA:Satreskrim Polres Banjarnegara Bongkar Penipuan Gadai Mobil, Kerugian Puluhan Juta Rupiah

"Siapa Camat Sumpiuh sekarang. Jawaban penelepon Ahmad Suryanto. Saya bilang, kamu penipu," sambung Sutrisno. 

Kesalahan jawaban mengenai nama Camat Sumpiuj saat ini membuat Sutrisno yakin bahwa undangan validasi IKD untuk dirinya hanya modus. Hal yang membuat heran bahwa penelepon mengetahui nama dan alamat dirinya. 

Akhirnya Sutrisno mematikan sambungan ponselnya. Tak disangka, petugas Kecamatan Sumpiuh gadungan itu kembali menghubungi sampai beberapa kali.

"Saya belum sempat dimintai uang. Ditelepon lagi beberapa kali tidak angkat," tandas Sutrisno. 

BACA JUGA:Marak Penipuan Online, Komdigi Tekankan Literasi Digital Jadi Kunci

Terpisah, atas kejadian tersebut Camat Sumpiuh Pujar Seno berpesan kepada seluruh masyarakat Sumpiuh untuk berhati-hati apabila mendapatkan informasi terkait validasi IKD. 

"Kecamatan Sumpiuh dan Dindukcapil tidak menyebarkan informasi tentang validasi IKD. Dimohon masyarakat untuk berhati-hati karena bisa mengarah ke penipuan," pesan Pujar. (fij)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait