Banner v.2

Cuaca Ekstrem Picu Pohon Tumbang di Sejumlah Kecamatan

Cuaca Ekstrem Picu Pohon Tumbang di Sejumlah Kecamatan

Petugas tengah mengevakuasi pohon tumbang di Jalan Raya Kutoarjo, Kelurahan Selang.--

KEBUMEN - Cuaca ekstrem di awal tahun 2026 kembali memicu bencana di sejumlah wilayah Kebumen. Kali ini, akibat hujan deras disertai angin kencang, pohon tumbang dan menimpa sebuah rumah di Desa Bumiagung Kecamatan Rowokele, Kamis (1/1).

Di hari yang sama, pohon tumbang di Jalan Raya Kutoarjo, Kelurahan Selang, tepatnya di sekitar lampu merah Sijago.  Masih di hari yang sama, Kamis malam (1/1), pohon tumbang dan menimpa atap rumah di Desa Maduretno Kecamatan Buluspesantren.  Tidak ada korban jiwa atau luka dalam peristiwa ini. Namun kerugian material mencapai jutaan rupiah.

Bako Humas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen, Heri Purwoto menyampaikan pohon tumbang di Dukuh Sibango RT 5 RW 4, Desa Bumiagung, Kecamatan Rowokele, menimpa rumah milik Salim (56), warga setempat. "Akibat kejadian tersebut, satu kepala keluarga dengan total empat jiwa terdampak," ujar Heri (2/1).

Adapun di Jalan Raya Kutoarjo, Kelurahan Selang, hujan deras dengan intensitas sedang yang mengguyur wilayah setempat mengakibatkan sebuah pohon tumbang di tepi jalan raya dan sempat mengganggu arus lalu lintas. "Dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Pohon tumbang berada di pinggir jalan dan tidak menimpa bangunan maupun pengguna jalan," ujar Heri.

BACA JUGA:Antisipasi Hama, Petani Jatiluhur Lakukan Penyemprotan Pestisida Nabati.

BACA JUGA:Tebing Longsor Rusak Rumah Warga Donorojo

Sementara itu, pemilik rumah di Kecamatan Buluspesantren, Kuncoro (46) mengatakan, pohon tumbang Kamis malam sekitar pukul 19.00 WIB. Pohon setinggi 15 meter itu menimpa kamar. "Tiba-tiba terdengar bunyi berderak. Anak saya kebetulah ada di kamar dan sempat terkena pecahan genting," ujar dia.Sebelumnya, pada Minggu (27/12) malam, cuaca ekstrem terjadi di Dukuh Kepek RT 02 RW 05, Desa Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren. Akibat kejadian tersebut, dapur rumah milik Kasiyat (60) ambruk total.

Bangunan dapur dengan ukuran kurang lebih 8 x 4 meter roboh dan mengalami kerusakan berat.  Rumah tersebut dihuni oleh dua kepala keluarga dengan total tujuh jiwa, terdiri dari lima orang dewasa dan dua anak-anak. Beruntung, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini.

"Kami tetap menghimbau agar warga selalu waspada karena cuaca ekstrem kemungkinan masih terjadi dan bisa memicu bencana setiap saat," ujar Heri. (cah)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: