Libur Tahun Baru, TPST Sumpiuh Tetap Operasional Meski Kekurangan Karyawan Pemilah
Sebagian karyawan pemilah sampah TPST Sumpiuh absen kerja di hari libur tahun baru, Kamis (1/1/2026) sehingga bagian lain dikerahkan untuk membantu. -FIJRI RAHMAWATI/RADARMAS-
BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID -Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Sumpiuh di hari libur tahun baru, Kamis (1/1/2026) tetap operasional. Meskipun sebagian karyawan terutama bagian pemilah absen.
"Karyawan ibu-ibu pemilah sampah banyak yang tidak masuk kerja. Akhirnya, bapak-bapak bagian pengangkutan sampah pelanggan membantu memilah," kata Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) TPST Sumpiuh Aris Widarto di lokasi.
Karyawan bagian pemilah plastik yang masuk juga diperbantukan untuk memilah sampah pelanggan yang masuk hanggar. Supaya pekerjaan pengelolaan sampah di tengah keterbatasan personil tetap maksimal.
Libur panjang Natal dan tahun baru tercatat tidak terdapat lonjakan signifikan volume sampah pelanggan. Namun, yang masih menjadi persolaan TPST Sumpiuh adalah timbunan sampah murni di hanggar belum terolah.
BACA JUGA:TPST Sumpiuh Lembur, Antisipasi Lonjakan Volume Sampah Lebaran 2026
Oleh karena itu, TPST Sumpiuh hari ini tidak memberlakukan libur. Termasuk ketika tanggal merah Natal (25-26/12/2025) kemarin, juga tetap bekerja.
"Lebaran sebentar lagi, kita hanya punya waktu kurang lebih dua bulan untuk menyelesaikan timbunan sampah murni yang belum terolah," sambung Aris.
Lebaran diprediksi terdapat lonjakan volume sampah pelanggan. Sehingga, menjadi pekerjaan rumah besar bagi TPST Sumpiuh untuk merampungkan timbunan sampah murni.
Selain pengelolaan oleh karyawan di hanggar, timbunan sampah murni pada Desember 2025 mulai berkurang. Karena sudah tiga kali dilakukan pengangkutan ke TPA BLE.
BACA JUGA:Banyak Titik Sampah Liar di Jalur Kebasen, UPKP dan Aparat Datangi Warga
"Sedang mengusulkan jadwal, slot yang sehari hanya mengangkut sampah murni ke TPA BLE agar tonase muatan maksimal," kata Aris.
Pengangkutan sampah murni ke TPA BLE dijadwal jam ke dua. Aris menilai waktunya terlalu terburu-buru sehingga tonase sampah yang diangkut kurang maksimal. (fij)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

