Banner v.2

Pertahankan Tradisi, Petani Gumelar Kidul Memetri Bumi Jelang Masa Tanam

Pertahankan Tradisi, Petani Gumelar Kidul Memetri Bumi Jelang Masa Tanam

Masyarakat petani Desa Gumelar Kidul kenduri makan bersama pada tradisi memetri bumi memasuki masa tanam, Jum'at (18/4/2025).-FIJRI RAHMAWATI/RADARMAS-

BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID - Masa panen padi di Desa Gumelar Kidul Kecamatan Tambak telah berakhir. Tanpa menunggu waktu lama, petani bergegas untuk kembali tanam untuk masa tanam dua.

Sebelum itu, petani terlebih dahulu menggelar tradisi memetri atau sedekah bumi dengan sajian khas tumpeng ole sebagai pertanda memasuki masa tanam, Jum'at (18/4/2025). Kearifan lokal yang terus dipertahankan kelestariannya.

Ismail (52) mengaku setiap menjelang masa tanam tidak pernah melewatkan tradisi memetri bumi. Momen sakral bagi petani di Desa Gumelar Kidul untuk berdo'a bersama.

"Rasanya tidak afdol kalau sampai tidak mengikuti tradisi yang sudah turun temurun dari nenek moyang. Sekalian bersih makam dan ziarah mendo'akan leluhur," ujarnya.

Sesepuh desa memimpin do'a. Juga, dilanjutkan melantunkan surat dalam kitab suci Al-Qur'an dan salawat nabi. Masyarakat mengikuti dengan takzim dan mengaminkan.

Salah satu do'a yang dipanjatkan dalam memetri bumi yaitu harapan agar petani mendapat kemudahan dan tidak ada halangan dalam menggarap sawahnya sebagai sumber penghidupan.

"Semoga pertanian kita dijauhkan dari segala macam hama dan mendapatkan hasil panen yang baik," do'a sesepuh Desa Gumelar Kidul Kyai Haji Mualif (85).

Sementara itu, Kepala Desa Gumelar Kidul Imam Tobroni menuturkan Jum'at Kliwon merupakan keutamaan waktu dalam pelaksanaan memetri bumi. Tapi, ada kalanya digelar pada Selasa Kliwon.

Seperti pada acara memetri bumi sebelumnya, Imam sebagai kepala desa membuat tiga tumpeng ole. Tumpeng istimewa yang menjadi klangenan Mbah Mataram dan Kholifah sebagai tokoh babad alas mendirikan Desa Gumelar Kidul.

"Tumpeng ole terbuat dari beras ketan dimasak dengan santan, berisi ingkung ayam dicampur serundeng kelapa," jelas Imam.

Acara ditutup dengan kenduri makan bersama. Petani juga membawa nasi lengkap dengan lauk pauk dan sayur. (fij)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: