Wireless Charging Bikin Baterai Cepet Rusak? Ini Fakta Aslinya
Wireless Charging--
Kalau dipakai dengan benar, dia gak lebih berbahaya dibanding kabel biasa kok. Bahkan ada sisi positifnya juga. Salah satunya, arus yang masuk ke baterai biasanya lebih rendah dan stabil.
Wireless charger bekerja lewat induksi magnetik, yang cara kerjanya memang cenderung lebih terkontrol.
Biasanya dia nyalurin sekitar 1 ampere, sementara kabel bisa ngasih lebih dari 1,5 ampere. Jadi, meski ngecasnya agak lebih lambat, tapi baterai lebih “dielus” daripada “ditonjok”.
BACA JUGA:Iphone 15 Pro Max, HP Masa Kini dengan Wireless Charging yang Super Canggih
BACA JUGA:iPhone 17 Pro Max Katanya Segokil Ini? Cek Bocorannya!
Satu lagi yang menarik, ternyata bukan baterai yang langsung panas waktu kita pakai wireless charging. Yang panas biasanya bagian belakang HP atau komponen semikonduktor lainnya.
Baterai lithium-ion sendiri sebenarnya bukan semikonduktor, jadi dia gak menghasilkan panas. Tapi tetap aja, kalau casing belakang panas, panas itu bisa nyebar dan pelan-pelan bikin performa baterai menurun.
Itulah kenapa HP-HP zaman sekarang udah dibekali sistem proteksi khusus. Apple, misalnya, udah lama menerapkan sistem pengisian cepat di awal, lalu melambat di akhir.
Bukan karena charger-nya loyo, tapi karena memang sistemnya sengaja dibikin gitu. Tujuannya buat ngurangin panas berlebih dan mencegah baterai dari stres.
BACA JUGA:Spesifikasi HP Fast Charging 33 Watt, Hanya 2 Jutaan !
BACA JUGA:Cari HP Awet dan Kencang, Vivo Y29 Punya Snapdragon 685 & Fast Charging 44W
Jadi, jangan kesel kalau 50% pertama cepet banget, tapi sisanya kayak keong—itu bukan error, itu cara HP ngelindungin diri.
Selain itu, hampir semua HP modern sekarang udah punya yang namanya Protection Circuit Module (PCM). Ini semacam bodyguard-nya baterai yang tugasnya ngecek suhu, arus, dan tegangan.
Kalau ada yang gak normal, dia bisa ngasih sinyal buat ngeberhentiin pengisian atau ngurangin kecepatannya.
Jadi ya, kalau HP kamu terasa hangat pas ngecas, belum tentu itu pertanda bahaya. Bisa jadi itu cuma sistem perlindungan internal lagi kerja keras.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

