Les Bleus Tumbang, Spanyol Melenggang
Spanyol dan Perancis menerima takdir berbeda dalam hasil Euro 2020 yang dihelat, kemarin malam. Juara Piala Dunia 2018, Perancis dipaksa menyusul Belanda dan Portugal untuk "angkat kaki" dari ajang benua biru tersebut. Benzema dkk harus menuntaskan laga penuh drama menghadapi Swiss, sebelum ditutup dengan adu penalti.
Kylian Mbappe menjadi aktor kegagalan Perancis melenggang usai gagal mengeksekusi penalti yang dikawal Yann Sommer. Meski demikian, Manajer tim nasional Perancis Didier Deschamps tidak ingin orang-orang menyalahkan Kylian Mbappe atas tersingkirnya Les Bleus dari Euro 2020.
https://radarbanyumas.co.id/swedia-vs-ukraina-kuda-hitam-bakal-saling-hantam/
Dalam duel Prancis vs Swiss yang bertempat di Stadion National Arena, Bucharest, pada Selasa (29/6), berkesudahan dengan skor 3-3 setelah melewati babak perpanjangan waktu.
Pada babak adu tos-tosan, lima pemain Swiss sukses menyarangkan bola. Sementara Kylian Mbappe menjadi satu-satunya penggawa Les Blues yang gagal.
Kegagalan tersebut melengkapi penampilan buruk Mbappe bersama Perancis di Euro 2020. Dari 4 pertandingan, penyerang Paris Saint-Germain (PSG) belum sekalipun mencetak gol.
Padahal, Mbappe tampil impresif di level klub. Dari 47 laga bersama PSG di lintas kompetisi, Mbappe mencetak 42 gol serta 11 assist.
"Kyalian Mbappe luar biasa sedih, seperti pemain lainnya, tetapi tidak ada seorang pun yang boleh menyalahkan dia karena diserahi tanggung jawab untuk menjadi eksekutor penalti," ujar Deschamps, dikutip dari uefa.com.
"Kami sudah melakukan segalanya untuk mempertahankan keungulan 3-1, lalu kami lengah. Itu hal yang tak biasa bagi kami. Bagi tim mana pun, kalah dari babak adu penalti itu selalu kejam," pungkas mantan pemain Juventus.
Minta Maaf untuk Penggemar
Pasca gagal menendang penalti ke gawang Swiss, Kylian Mbappe menjadi sorotan. Banyak yang ingin tahu bagaimana kondisinya, mengingat tak ada satupun pemain Perancis yang datang menghibur di atas lapangan usai laga.
Mbappe akhirnya buka suara setelah Perancis tersingkir di babak 16 besar Euro 2020. Mbappe minta maaf karena kegagalannya mengeksekusi penalti krusial.
Ungkapan itu disampaikannya dalam media sosial. Tak sedikit yang memberi support agar bisa bangkit dari kegagalannya tersebut.
"Sangat sulit untuk melewatinya, kesedihan sangat besar setelah eliminasi ini karena kami tidak dapat mencapai target kami," katanya.
"Saya hancur dengan penalti itu, saya ingin membantu tim tetapi saya gagal.
"Tidur akan sulit malam ini, tetapi pasang surut olahraga ini yang sangat saya sukai," kata kompatriot Neymar di PSG tersebut.
"Saya tahu para penggemar kecewa, tetapi saya ingin berterima kasih kepada mereka atas dukungan mereka dan karena selalu percaya pada kami. Selamat untuk Swiss," ungkapnya mengakhiri.
Enrique Bela Morata
Kegagalan Perancis tidak diikuti tim besar lainnya, Spanyol, yang berhasil lolos dari hadangan Kroasia. La Furia Roja butuh tambahan dua kali 15 menit untuk menyudahi perlawanan Luca Modric dkk. Hasil imbang 3-3 di waktu normal, membuat kedua tim harus bermain dimasa perpanjangan waktu. Stadion Parken, Kopenhagen, Denmark, menjadi saksi bagaimana semangat pantang menyerah Morata dkk, sebelum mengandaskan Vatreni - julukan Kroasia.
https://radarbanyumas.co.id/morata-dan-keluarganya-diancam-akan-dibunuh/
Dalam dua kali babak tambahan, Alvaro Morata dan Mikel Oyarzabal memastikan tiket perempatfinal untuk Spanyol tanpa harus melewati babak adu penalti.
Morata menjadi pemain yang paling disorot dalam laga ini. Sebelum pertandingan, banyak yang mengecam kontribusi penyerang Juventus tersebut. Bahkan banyak ancaman yang dilayangkan untuk sang pemain.
Namun demikian, Pelatih Timnas Spanyol, Luis Enrique memberikan reaksi berbeda. Menurutnya, peran Morata menjadi kunci keberhasilan Spanyol melangkah ke babak berikutnya.
Dalam laga yang berlangsung di Parken Stadium tersebut, Morata memang tampil brilian sepanjang laga. Selain berhasil mencetak gol kemenangan Spanyol, Morata memiliki statistik yang menawan.
Dilansir Squawka, pemain Juventus itu memiliki akurasi umpan mencapai 87 persen. Morata juga mampu 8 kali memenangkan pelanggaran ditambah melepaskan 4 tembakan.
"Saya tidak berpikir ada pelatih timnas manapun di dunia yang tidak menghargai peran Morata dan apa yang telah ia lakukan untuk tim," tanya Enrique dilansir laman resmi UEFA.
"Dia dominan duel udara, dia kuat, dan dia membuat kami mencetak gol. Kami benar-benar membutuhkannya, untuk terus menghargai memiliki penyerang sepertinya," tambahnya.
Setelah ini, Spanyol akan berhadapan dengan Swiss pada babak 8 besar. Tentunya bukan perkara mudah, mengingat Swiss merupakan tim yang mampu mengandaskan perjalanan kandidat kuat juara gelaran Euro 2020 ini, yakni Perancis. (bay)
GRAFIS Hasil babak 16 Euro 2020
Kroasia 3-5 Spanyol
(Pedri 20' -bd, Mislav Orsic 85', Mario Pasalic 90+2; Pablo Sarabia 38', Cesar Azpilicueta 57', Ferran Torres 76', Alvaro Morata 100', Mikel Oyarzabal 103')
Perancis 3-3 Swiss
(Karim Benzema 57', 59', Paul Pogba 75'; Haris Seferovic 15, 81', Mario Gavranovic 90')
* Swiss menang adu penalti 5-4
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

