Tamparan Txingurri
GRANADA – Tim promosi, Granada, membuktikan ambisinya mengalahkan Barcelona dengan kemenangan 2-0 di Estadio Nuevo Los Carmenes. Tamparan keras bagi Ernesto Valverde mengingat hasil ini membuat Barca mencatatkan start terburuk di La Liga.
Sejak sistem tiga poin untuk kemenangan mulai diperkenalkan pada musim 1995/1996, ini kali pertama Raksasa Catalan hanya mampu mendulang tujuh angka dalam lima pertandingan pertama mereka di La Liga. Awal liga terburuk Raksasa Catalan dalam 25 tahun terakhir.
Rekor buruk ini pun kembali memantik perbincangan tentang masa depan Valverde yang sudah muncul sejak akhir musim lalu. Pelatih berjuluk Txingurri (dalam bahasa Basque berarti semut) dianggap tidak pantas terus bertahan di posisinya sebagai pelatih Blaugrana.
Keputusan transfer, pemilihan pemain, kemampuan taktik, serta sejumlah kekalahan memalukan Barca diklaim sudah lebih dari cukup membuktikan kualitas Txingurri. Itu bisa menjadi alasan presiden klub, Josep Maria Bartomeu membuat keputusan.
Pertahanan adalah problem utama Barca sejauh ini. Dalam lima pertandingan, mereka sudah kebobolan sembilan gol, sama seperti Real Betis. Hingga kemarin, jumlah kebobolan itu adalah yang terbesar di La Liga.
Titik lemah ini sudah terlihat jelas di Liga Champions ketika Barca tersingkir secara menyakitkan di dua musim beruntun setelah menang besar di kandangnya. Akan tetapi, Valverde seperti tak menyadari itu dan hanya membeli bek muda, Junior Firpo yang kemarin melakukan blunder untuk gol pertama Granada.
Valverde menegaskan, kekalahan ini menjadi tanggung jawabnya. Ia juga mengakui kalau ini adalah start yang sangat buruk bagi Barca. “Saya khawatir karena ketika tandang kami tidak mendapatkan hasil yang baik, tegasnya di Marca.
Bagi Valverde, performa timnya di markas Granada sangat buruk. Kamu selalu bisa menang atau kalah, tetapi ketika kalah, kamu harus pantas menang dan hari ini tidak seperti itu. Kami mendominasi, tetapi kami tidak mengubahnya menjadi peluang mencetak gol, jelasnya.
Meraih kemenangan bersejarah setelah sekaligus mengulang sukses pendahulunya yang mengalahkan Barcelona pada April 2014 dengan skor 1-0, Pelatih Granada, Diego Martnez, tak bisa menutupi kegembiraannya. Itu sulit dan saya bangga dengan tim. Selamat untuk semuanya, katanya di AS.(amr/acd)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

