Starling Tentang Rasisme
AFP / File / Daniel
RASIS: Pemain Masncester Chity,Raheem Sterling menentang rasisme yang marak di Belgia dan Weles.
WALES-Laporan kejahatan kebencian dalam pertandingan sepak bola di Inggris dan Wales naik hampir 50 persen selama musim 2018/19.
Kasus kejahatan rasial itu dilaporkan pada 1 Agustus masih teraisa 193 pertandingan. Aantara 1 Agustus 2018 dan 31 Juli 2019, naik 47 persen dari 131 pertandingan tahun sebelumnya.
Laporan pemerintah mengatakan bahwa dari insiden itu, 79 persen terkait dengan ras. Disebutkan bahwa peningkatan tersebut bisa disebabkan oleh perbaikan dalam pencatatan data.
Namun, penangkapan terkait sepakbola secara keseluruhan turun 10 persen.
Pemain depan Manchester City Raheem Sterling adalah korban dugaan pelecehan rasis dalam pertandingan di Chelsea. Sementara pemain Arsenal Pierre-Emerick Aubame yang memiliki kulit hitam mendapat lemparan kulit pisan oleh seorang penggemar Tottenham.
Wakil Kepala Polisi Mark Roberts, kepala kepolisian sepakbola Dewan Kepolisian Nasional, mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada Asosiasi Pers: "Kejahatan kebencian sedang meningkat, dan ini mencerminkan beberapa insiden terkenal yang dilaporkan selama musim lalu.
"Kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan liga dan klub untuk mengatasi masalah ini tetapi itu akan mengambil fokus berkelanjutan pada keamanan dari semua pihak."
Badan amal anti-diskriminasi Kick It Out mengatakan angka-angka itu adalah "masalah serius".
"Sangat menggembirakan untuk melihat bahwa lebih banyak orang merasa nyaman melaporkan diskriminasi dan kami bekerja keras untuk membuat ini semua mudah dilakukan, tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa kita mengalami peningkatan perilaku kebencian di seluruh permainan dan masyarakat luas.(afp/acd)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

