Sokaraja Night Art Festival di Simpang Kalipelus, Kenalkan Kearifan Lokal Lewat Paduan Seni Teknologi Digital

Sokaraja Night Art Festival di Simpang Kalipelus, Kenalkan Kearifan Lokal Lewat Paduan Seni Teknologi Digital

Lengger Lanang Riyanto saat menampilkan pertunjukan di Sokaraja Night Art Festival, Sabtu (23/12/2023)-AHMAD ERWIN/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Pemerintah Kecamatan Sokaraja dengan berbagai seniman menggelar Sokaraja Night Art Festival (SNAF) di Simpang Kalipelus Jalan Jenderal Gatot Subroto Sokaraja Kidul, Sabtu (23/12/2023) malam. 

Dengan Tema "Mooi Indie Reborn", festival itu diselenggarakan untuk mengenalkan kearifan lokal dengan  menyajikan karya seni melalui cara yang berbeda. 

"Ini perpaduan kolaborasi seni teknologi digital yang mampu menghadirkan sentuhan dan rasa berbeda dalam menikmati sajian karya seni. Seperti batik banyumasan, batik patikraja, batik SMA 1 sokaraja. Kita tampilkan dengan video mapping," kata Camat Sokaraja, Jakarta Tisam kepada Radarbanyumas. 

BACA JUGA:Kebakaran Rumah di Desa Selakambang, Satu Orang Ditemukan Meninggal Dunia

Video mapping atau visual mapping dengan menyorot bangunan Heritage di Simpang Kali Pelus didukung karya anak-anak muda di Purwokerto kemudian didukung ITTP Purwokerto. 

"Kita coba angkat lagi dengan tema Mooi Indie Reborn, dan itu asli sokaraja. Karena Sokaraja dulukan terkenal galeri lukisan terpanjang se asia tenggara pada tahun 70an. Ini coba kita reborn atau angkat kembali. Kita bisa lihat disitu ada pelukis-pelukis dari Banyumas ataupun Sokaraja," jelasnya. 

Selain didukung seninan lokal, festival tersebut menurutnya juga didukung oleh seniman asal Malang dan Jogjakarta. 

BACA JUGA:Unik, 3.551 Perempuan Purbalingga Jalan Kaki Berkebaya

"Dan ada perfomance dari Riyanto lengger lanang Banyumas. Jadi festival ini Hadir untuk memprakarsai para seniman kreatif, yang menyajikan karya seni dengan cara yang berbeda. Kalau saya menamai ini Sokaraja 1 persen, jadi akan ada aktivitas kegiatan (festival, red) lain di Sokaraja mulai tahun depan," bebernya. 

Merupakan festival dengan video mapping yang pertama kali diadakan di Banyumas, adanya efent tersebut diharapkan dapat membuat kearifan lokal di Sokaraja semakin dikenal. 

"Harapannya perekonomian semakin meningkat, masyarakat semakin sejahtera dan sokaraja mendunia. Kalau kegiatan kreatif kita sudah ada namanya sokaraja punya cerita. Ini juga pertama kali di Banyumas, video mapping atau visual mapping, record di bangunan heritage," pungkasnya. (win)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: