Honda

PPDB Online 2022, Pencocokan Titik Koordinat Jadi Dilema

PPDB Online 2022, Pencocokan Titik Koordinat Jadi Dilema

LAYANAN PRIMA: Operator PPDB sedang mencocokkan titik koordinat domisili calon siswa baru pada PPDB Online SMAN 1 Banyumas, Senin (20/6). (FIJRI/RADARMAS) BANYUMAS - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2022 secara online terdapat beberapa proses yang harus dilewati. Tiap proses wajib dilakukan secara tepat. Salah satunya, mengisi alamat rumah. Data domisili penting diisi supaya peserta bisa memenuhi kriteria zonasi. Saat input data diri, calon siswa baru mengisi alamat rumah dan titik koordinatnya. Ketika memasukan data alamat rumah. Situs web menyajikan titik koordinatnya secara otomatis. Namun, tidak menutup kemungkinan titik koordinat tidak sesuai dengan alamat rumah. Seperti yang terjadi di SMAN Banyumas. Ditemukan ketidakcocokan antara alamat rumah dengan titik koordinat ketika input data diri calon siswa baru. "Ketika di operator, domisili calon siswa baru ada yang munculnya di Laut Cina Selatan. Ada juga yang di Gunung Slamet, " ujar Ketua Panitia PPDB Online SMAN 1 Banyumas Satri Yulianti, Senin (20/6). Pada proses ini membutuhkan relatif banyak waktu. Sebab, operator memastikan secara detail keberadaan titik koordinat domisili calon siswa baru sesuai dengan yang sesungguhnya melalui google maps. https://radarbanyumas.co.id/pembuatan-akun-awali-ppdb-smp/ Selain itu, dimungkinkan terdapat nama desa yang sama. Atau persamaan nama jalan. Padahal, berbeda wilayah kecamatan. Oleh karena itu, dilakukan pencocokan titik koordinat domisili. LAYANAN PRIMA: Operator PPDB sedang mencocokkan titik koordinat domisili calon siswa baru pada PPDB Online SMAN 1 Banyumas, Senin (20/6). (FIJRI/RADARMAS) "Pembuatan akun dan unggah berkas sebenarnya bisa dilakukan di rumah. Tapi, kebanyakan masih bingung. Sehingga, calon siswa baru datang ke sekolah, " imbuh Satri. Di hari ke empat, calon siswa baru yang datang ke sekolah masih banyak. Panitia PPDB menyediakan kuota sebanyak 150 setiap harinya. Di masa pandemi corona virus yang belum berakhir. Panitia membatasi agar yang datang ke sekolah tidak membludak. (fij)

Sumber: