Kembangkan Kawasan Perkotaan Ajibarang Banyumas, Perlu Pemakaman Umum dan Fasum Ramah Disabilitas

Kembangkan Kawasan Perkotaan Ajibarang Banyumas, Perlu Pemakaman Umum dan Fasum Ramah Disabilitas

Dari 23 stakeholder lintas OPD dalam konsultasi publik kesatu penyusunan RDTR perkotaan Ajibarang, LPPSLH Purwokerto memperkuat masukan terkait pemakaman umum dan fasum ramah disabilitas.-YUDHA IMAN PRIMADI/RADARMAS-

BANYUMAS, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID - Organisasi Non-Pemerintah (NGO) di BANYUMAS memperkuat masukan terkait masalah ketersediaan lahan pemakaman umum dan fasilitas umum (Fasum) ramah disabilitas dalam pengembangan kawasan perkotaan Ajibarang.

Perwakilan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya dan Lingkungan Hidup (LPPSLH) Purwokerto, Muhajir mengatakan, pihaknya hanya memperkuat apa yang disampaikan sebagai masukan oleh para stakeholder dalam konsultasi publik kesatu penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) kawasan perkotaan Ajibarang pekan ini. RDTR sebagai rencana pengembangan wilayah perkotaan Ajibarang 20 tahun mendatang, hubungannya dengan permasalahan wilayah perkotaan dimana salah satunya pemakaman umum.

"Belajar dari lain kabupaten sampai sekarang belum ada tanah pemakaman umum. Entah itu milik kabupaten, kecamatan atau desa," katanya.

Muhajir mengingatkan terkait ketersediaan lahan pemakaman umuKem, pada 20 tahun yang akan datang jangan sampai terjadi konflik terutama pada pemenuhan hak dasar manusia untuk dapat dimakamkan secara layak. Menurutnya, Pemkab Banyumas perlu memperkuat tidak hanya pada penyediaan lahan pemakaman tetapi lebih ditekankan pada pemakaman umum, sehingga fasum tersebut bisa diakses oleh seluruh warga Banyumas.

BACA JUGA:Penggunaan Dana Desa di Banyumas Untuk PMT Stunting Diminta Tertib Administrasi

BACA JUGA:Mulai Hari Ini, Tiket Masuk Taman Mas Kemambang Purwokerto Hanya Rp 2.000

"Lalu konsep kawasan perkotaan ke depan juga perlu ramah ke teman-teman disabilitas," pesannya.

Melihat di perkotaan Purwokerto, sudah ada beberapa fasilitas umum yang ramah disabilitas tetapi masih kurang terjaga. Bahkan di banyak tempat ruang pelayanan publik, kurang ramah pada para disabilitas. Sebagai contoh salah satu kawasan pedestrian yang telah dilengkapi blok untuk tunanetra justru di beberapa titik blok tertutup oleh pohon.

"Ramah disabilitas juga penting diperhatikan terkait fasilitas umum di wilayah perkotaan Ajibarang," pungkas Muhajir. (yda)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: