Punya Potensi Bencana Non Alam, BPBD Cilacap Gandeng Akademisi Untuk Penangananya

Punya Potensi Bencana Non Alam, BPBD Cilacap Gandeng Akademisi Untuk Penangananya

Nelayan Cilacap melintas di perairan selatan Cilacap -DOK. RAYKA/RADARMAS-

CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Tidak hanya memiliki potensi bencana alam, Kabupaten CILACAP juga memiliki potensi bencana non alam atau bencana yang ditimbulkan akibat kegagalan teknologi. 

Kendati demikian, Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) belum memiliki regulasi maupun Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam penangannya. 

Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap, Wijonardi mengatakan, kondisi geografis kelautan di Kabupaten Cilacap cukup unik. Selain sebagai tempat mata pencaharian masyarakat nelayan, di Cilacap juga terdapat badan usaha milik negara yang mengelola minyak. 

BACA JUGA:Tidak Jera! Roni, Pelaku yang Bunuh Kekasihnya Sendiri Ternyata 4 Kali Residivis, Dijerat 4 Pasal

"Ada badan usaha negara yang mengelola minyak. Dan di laut, terdapat aktivitas bongkar muat, yang dapat menyebabkan tumpahan minyak. Ini menjadi ancaman tersendiri bagi Cilacap sebagai potensi bencana non alam," katanya, Jumat 3 Februari 2023.  

Untuk itu, pihaknya menggandeng akademisi untuk melakukan penelitian yang berhubungan dengan pencemaran akibat tumpahan minyak di laut. Dengan harapan, jika terjadi bencana seperti itu, BPBD dapat melakukan penanganan. 

"Kita mencoba melakukan riset ini, jika kita memiliki kebijakan saat ada konflik seperti ini maka BPBD bisa menangani. Selama ini, jika ada masalah seperti itu, kita tidak dapat berbuat banyak karena tidak memiliki SOP," ujar Wijonardi. 

BACA JUGA:PFC Barat Disiapkan Untuk Lokasi Resmi PKL Tambahan

Dikatakan Wijonardi, secara garis besar ada penurunan hasil tangkapan ikan dari tahun 2016-2021 di Cilacap,  rata-rata sebanyak 38 persen. Penurunan tersebut dinilai cukup besar. Apalagi dikhawatirkan dapat menyebabkan bencana ekonomi di masyarakat. 

"Kami berharap jika penelitian ini bisa berjalan, maka penanganan bencana non alam bisa ditangani secara terstruktur dengan SOP.  Sehingga ada sebuah prioritas untuk sarpras, biar mendukung penanganannya seperti apa. Dan memiliki tenaga terlatih," katanya. (ray)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: