Rumah Singgah Milik Pemkab Purbalingga Bakal Dikonsep Jadi Rumah Rehabilitasi, Ini Pertimbangannya

Rumah Singgah Milik Pemkab Purbalingga Bakal Dikonsep Jadi Rumah Rehabilitasi, Ini Pertimbangannya

Salah satu sudut ruang isolasi PGOT, belum lama ini yang ada di rumah singgah. Penanganan belum optimal karena SDM dan anggaran. Butuh diubah jadi rumah rehabilitasi PGOT.-AMARULLAH/RADARMAS-

PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Rumah Singgah Perlindungan Sosial yang dikelola Dinsos Dalduk KB P3A PURBALINGGA di Kelurahan Bojong Kecamatan PURBALINGGA, sampai saat ini belum memiliki paket pelatihan ketrampilan untuk para penghuninya.

Karenanya, agar bisa berfungsi optimal dalam penanganan, rumah singgah sedang dikonsep untuk menjadi rumah rehabilitasi Pengemis Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT).

"Kami sudah berkonsep, namun dalam menuangkan konsep itu minimal bisa konvergen dengan OPD lain, sehingga misalnya ada pelatihan dan lainnya untuk PGOT, bisa terkoordinir dengan OPD lain," tutur Kepala Dinsos Dalduk KB P3A Kabupaten Purbalingga, Eni Sosiatman, Jumat 16 September 2022.

BACA JUGA:Di Banyumas, Seleksi PPPK Dibuka Akhir Tahun, Ini Penjelasan BKPSDM

Pertimbangan lain agar rumah singgah menjadi rumah rehabilitasi yaitu personil, anggaran agar bisa lebih mencukupi.

Lalu masa tinggal di rumah sosial itu bisa lebih panjang. 

"Kalau saat ini rumah singgah, maksimal hanya 10 hari, kami sebatas pembinaan mental. Ketrampilan belum ada. Kalau sudah rumah rehab, maka akan ada pembekalan materi ketrampilan," tambahnya. 

BACA JUGA:Sempat Unggul Dua Kali, Persibangga Ditahan Imbang Tuan Rumah PSIP Pemalang 2-2

Pihaknya sangat berharap ada pelatihan bagi para PGOT yang terjaring razia.

Harapannya mereka bisa kembali ditengah masyarakat dengan lebih potensial dan tidak kembali ke jalanan.

Dukungan sarana dan prasarana rumah singgah saat ini juga masih membutuhkan peningkatan.

BACA JUGA:Purbalingga Bumi Sambara Mangkrak, Ini Langkah Dinporapar

Setiap tahun harapannya ada anggaran yang memungkinkan untuk mengembangkan pelatihan yang lebih komprehensif. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: