Honda

Dinperindag Purbalingga : Apa Tidak Malu, ASN Pakai Elpiji Subsidi?

Dinperindag Purbalingga : Apa Tidak Malu, ASN Pakai Elpiji Subsidi?

Distribusi dari agen elpiji 3 kilogram diklaim lancar, seperti pada Kamis (4/8/2022).-AMARULLAH/RADARMAS-

RADARBANYUMAS, PURBALINGGA - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Purbalingga mengaku sangat kesulitan jika harus mengawasi peredaran elpiji subsidi 3 kilogram.

Padahal sesuai Permen ESDM dan Surat Edaran sudah berlaku sejak tahun 2019 lalu.

Bahkan tak kurang dilakukan sidak ke hotel, restoran dan kafe serta rumah ASN.

BACA JUGA:Siswa Gunakan Bangunan Posyandu, Anggaran Renovasi SDN Sadahayu 03 Cilacap, Masuk Tahap Pembahasan TA

“Tegur saja dan sindir saja jika anda melihat ASN pakai gas elpiji 3 kilo. Bilang saja, apa tidak malu pakai elpiji untuk orang tidak mampu/miskin,” ungkap Johan, Jumat (5/8/2022).

Ia mengingatkan, pangkalan elpiji diminta bisa menyosialisasikan dengan menulis adanya larangan pembelian elpiji 3 kilogram oleh ASN, restoran, hotel maupun kafe.

Kini sidak belum dilakukan kembali, karena masih era pulihnya dari hantaman Covid-19. 

“Sidak akan kami gencarkan kembali agar elpiji bersubsidi bisa lebih tepat sasaran. Jelas, saat ini sanksi juga belum ada, jadi hanya mengingatkan,” tegasnya.

BACA JUGA:Tembakau Iris Bermerek, Wajib Dilekati Pita Cukai

BACA JUGA:Kapal untuk di Sungai Serayu Masih Proses Lelang, Target Akhir Agustus

Sementara itu terkait distribusi gas elpiji di Kabupaten Purbalingga, saat ini tidak ada kendala.

Penyaluran elpiji 3 kilogram didukung oleh 18 agen elpiji dan 1832 pangkalan elpiji.

“Cukup lancar. Kalaupun ada keluhan karena telat pengiriman, bukan karena kelangkaan,” ujar Johan.

Prinsipnya, pedagang elpiji 3 kilo mulai dari agen, pangkalan hingga ke pengecer, harus berani mengingatkan.

Sumber: