Banner v.2

Awas Cuaca Ekstrem di Bulan Ramadan, Masyarakat Diminta Waspada

Awas Cuaca Ekstrem di Bulan Ramadan, Masyarakat Diminta Waspada

JAKARTA - Di bulan Ramadan kali ini, masyarakat diminta mewaspadai cuaca ekstrem. Cuaca ekstrem terjadi karena peralihan musim dari hujan ke kemarau. Hal itu ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari. Ia meminta masyarakat tetap waspada. Mengingat sejumlah wilayah di Indonesia sudah mulai memasuki musim pancaroba. Ia mengatakan, cuaca ekstrem seperti puting beliung maupun hujan intensitas tinggi dengan durasi pendek masih berpotensi terjadi hingga pertengahan April tahun ini. "Tetapi tentu saja tidak mengurangi kewaspadaan kita di beberapa tempat yang masih memungkinkan terjadinya hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi panjang," katanya. Agar aktivitas masyarakat tetap aman, ia mengimbau masyarakat untuk membiasakan diri melihat prakiraan cuaca. "Melihat prakiraan cuaca ini kita biasakan. Dan mulai kita coba menjadi gaya hidup sehingga kita bisa tahu apabila kita berencana beraktivitas di luar ruang kita tahu apakah akan terjadi cuaca ekstrem, hujan petir dan lain-lain," tuturnya. Jika terjadi cuaca ekstrem, masyarakat diminta untuk menghindari pohon besar, papan reklame maupun tiang listrik yang besar. "Karena ini adalah potensi risiko yang bisa berakibat pada luka maupun fatalitas," ucapnya. https://radarbanyumas.co.id/bmkg-cuaca-ekstrem-hingga-april/ Abdul Munhari juga mengimbau masyarakat yang berada di sempadan sungai dan lereng untuk segera melakukan evakuasi mandiri jika terjadi hujan deras dengan waktu lebih dari satu jam secara terus-menerus. Setelah hujan berhenti, lanjut dia, masyarakat diminta untuk tetap menunggu satu hingga dua jam untuk memastikan tidak adanya kenaikan abnormal dari muka air di sungai. (FIN/ali)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: