Banner v.2

Empat Wilayah di Cilacap Ditetapkan KLB Campak, Perluas Vaksinasi ORI untuk Tekan Penyebaran

Empat Wilayah di Cilacap Ditetapkan KLB Campak, Perluas Vaksinasi ORI untuk Tekan Penyebaran

Pelaksanaan imunisasi campak pada salah satu puskesmas di Kabupaten Cilacap.-JULIUS/RADARMAS-

CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Sejak awal tahun 2026, sebanyak 31 kasus positif dan 123 kasus suspek campak tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Cilacap.

Kepala Dinas Kesehatan Cilacap, Hassanudin mengatakan, peningkatan kasus tersebut menjadi perhatian serius, terutama karena telah muncul kejadian luar biasa (KLB) di beberapa lokasi.

"Jumlah suspek ada 123 kasus, kemudian yang positif ada 31 kasus," ujar Hassanudin, Rabu (1/4/2026).

Ia menjelaskan, status KLB campak ditetapkan apabila dalam satu lokasi ditemukan lebih dari dua kasus.

BACA JUGA:Suspect Campak Ditemukan di Dua Kecamatan, Dinkes Cilacap Lakukan Pemantauan

Di Cilacap, KLB terjadi di empat wilayah yakni Binangun, Limbangan (Wanareja), Datar (Dayeuhluhur), dan Sidanegara (Cilacap Tengah).

"Kalau dalam satu tempat ada dua kasus saja sudah masuk kategori KLB. Saat ini ada empat lokasi yang masuk KLB,"  jelasnya.

Menurut Hassanudin, kasus KLB pertama kali ditemukan di Binangun yang menginfeksi kakak beradik.

Penularan diduga terjadi setelah keduanya melakukan perjalanan dari luar kota.

BACA JUGA:Tetapkan KLB Campak di Cilacap, Kasus Sudah Mulai Mereda

Sementara itu, kasus di Wanareja dan Dayeuhluhur juga memiliki riwayat perjalanan luar kota.

Adapun KLB di Cilacap Tengah tidak ditemukan riwayat perjalanan, sehingga diduga terjadi penularan lokal.

Dari total 31 kasus positif, mayoritas penderita merupakan anak-anak.

Rinciannya, usia kurang dari 9 bulan sebanyak 3 kasus, usia 1–5 tahun sebanyak 18 kasus, usia 6–15 tahun sebanyak 6 kasus, serta usia di atas 16 tahun sebanyak 4 kasus.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: