Drawing Piala Thomas Dan Uber: Tidak Mudah Tapi Optimistis

Drawing Piala Thomas Dan Uber: Tidak Mudah Tapi Optimistis

Susi Susanti JAKARTA- Indonesia kembali menjadi unggulan. Ya, Badminton World Federation (BWF) telah merilis hasil undian Piala Thomas dan Uber 2020. Proses pengundian ditayangkan secara langsung oleh BWF dari Kuala Lumpur, Malaysia sekira pukul 14.00 WIB. Tim putra Indonesia yang diunggulkan di tempat pertama, menempati grup A bersama Malaysia, Belanda dan Inggris. Sedangkan tim Uber Indonesia yang ada di posisi kelima daftar unggulan, menempati grup B bersama Korea, bersama Korea, Malaysia dan Australia. Mengomentari hasil undian, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti mengatakan bahwa baik tim Thomas maupun Uber punya peluang untuk menjuarai grup. Jika melihat materi pemain, tim Thomas Indonesia lebih berpeluang besar untuk merajai grup A. "Kami fokus awalnya ke babak delapan besar dulu. Kami punya kans, kami mau membawa pulang Piala Thomas kembali ke Indonesia. Lawan-lawan di grup tidak mudah untuk dihadapi, namun kami tetap optimis," ujar Susi dalam siaran resmi PBSI yang diterima FIN, kemarin. "Malaysia harus diwaspadai di grup A. Kalau melihat kekuatan di atas kertas, kami lebih unggul dari Belanda dan Inggris, namun kami harus siap dan tidak boleh menanggap enteng lawan," lanjut Susy. Sementara itu, tim Uber Indonesia harus bekerja keras untuk menjadi juara grup B. Pasalnya Indonesia berada satu grup dengan tim Korea yang cukup kuat, terutama di sektor ganda putri. "Korea memang kuat, tapi saya rasa peluang tetap ada. Melawan Malaysia dan Australia juga tidak boleh lengah, karena di pertadingan beregu, apapun bisa terjadi," ujar Susy. "Yang penting para pemain bisa menjaga fokus dan harus fight di lapangan," tambahnya. Sebanyak 16 tim Piala Thomas dan 16 tim Piala Uber akan bertanding memperebutkan lambang supremasi beregu putra dan beregu putri paling bergengsi ini. Putaran final Piala Thomas dan Uber rencananya akan dihelat di Aarhus, Denmark, pada pada 3-11 Oktober mendatang. Kejuaraan ini akan berlangsung di Ceres Arena. Untuk menghadapi itu, sejatinya PP PBSI telah menyusun mekanisme turnamen internal untuk simulasi Piala Thomas dan Uber 2020. Simulasi rencananya dilangsungkan pada September atau persis sebulan sebelum gelaran dibuka. Sekjen PP PBSI Ahmad Budiharto mengatakan, Jadwalnya sudah tersusun. Pada 1?3 September digunakan untuk simulasi Piala Thomas. Lalu, 8?10 ditujukan untuk Piala Uber Cup. "Skema simulasinya akan kita buat setengah kompetisi. Tujuannya, setiap atlet memiliki waktu pertandingan yang lebih banyak selain itu untuk kembali meningkatkan performa pemain," tandasnya. (fin/tgr)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: