Honda

Menatap Tiga Besar

Menatap Tiga Besar

Livery Renault dan Williams Tidak Banyak Berubah LONDON - Renault pernah berjaya di ajang balap Formula 1. Yakni pada musim 2005-2006. Saat itu duet Fernando Alonso dan Giancarlo Fisichella menjadi pasangan solid bagi tim asal Prancis. Di akhir musim, Renault menjadi penguasa klasemen. Setelah itu, mereka belum lagi menapak tangga juara. Bahkan dalam tiga musim terakhir mereka terdampar di papan tengah klasemen konstruktor. Tanpa sekalipun menempatkan pembalapnya naik podium. Musim ini, ada perubahan yang diharapkan membawa angin positif bagi Renault. Kehadiran Daniel Ricciardo yang hengkang dari Red Bull bisa menjadi solusi. Rapor Ricciardo tahun lalu tidak terlalu buruk, dia berada di peringkat enam, satu strip dengan partnernya saat ini, Nico Hulkenberg. Degnan begitu dia diharapkan bisa mengambil peran krusial bagi Renault yang tadi malam melaunching tim di London, Inggris. Tenaga Renault dengan dukungan sasis, R.S.19 diharapkan bisa bersaing di papan ajang balap musim ini. Tampilan warna dasar hitam dan stripping kuning masih menjadi pilihan tim yang punya sejarah panjang di F1 tersebut Di tengah sejumlah pengembangan aspek mobil, Bos Renault, Cyril Abiteboul malah enggan menargetkan posisi akhir ataupun berapa jumlah poin yang mereka dapatkan di akhir musim. "Keunggulan mesin menjadi prioritas kami," sebutnya sebagaimana dikutip dari Crash. Renault memang kembali ke persaingan F1 dengan tertatih. Pada 2016 mereka turun kembali sebagai konstruktor dan mengakhir musim di peringkat kesembilan. Perlahan tapi pasti, mereka merangkak ke papan atas. Pada 2017 mereka mengemas 57 poin konstruktor. Musim lalu lebih baik di posisi keempat (122 poin). Ricciardo yang sudah membalap di F1 sejak 2011 lalu jelas didorong untuk memberikan sentuhan bagi Renault. Dengan kontrak dua tahun bersama tim barunya itu, pembalap 29 tahun itu mengaku banyak belajar dari musim 2018 lalu. "Saya ingin menjadi katalis di tim ini, membuat tim bekerja keras untuk menyatukan semua orang," sebut pembalap asal Australia itu. Sementara itu, Williams juga meluncurkan livery yang agar berbeda dengan musim 2018. Kini nuansa biru muda mereka tempatkan cukup dominasi. Selain itu, ada kombinasi hitam di bagian samping body. Juga warna putih yang masih melekat di bagian atas, menjulur dari belakang sirip hingga tepi kokpit. Musim ini, mereka akan mengandalkan pembalap rookie, George Russell dan veteran, Robert Kubica. Keduanya hadir di Williams tahun ini menggantikan peran pembalap Rusia, Sergey Sirotkin, dan Lance Stroll, yang kini membalap bersama Racing Point. (nap)

Sumber: