Honda

Mugo Sumedi Asal Purwokerto, Kerap Diminta Lukis yang 'Gaib'

Mugo Sumedi Asal Purwokerto, Kerap Diminta Lukis yang 'Gaib'

PURWOKERTO - Mugo Sumedi, salah seorang pelukis yang telah mendalami seni lukis sejak 1990. Lelaki 61 tahun ini memutuskan menjadi pelukis setelah keluar dari pekerjaan lamanya. Dulu dia sales buku pelajaran sekolah di Jakarta. Seniman asal Sokaraja Wetan ini membuka kios lukis di perempatan Pasar Glempang, Bancarkembar, Purwokerto Utara. Ki Mugo Sumedi, sebutannya, merupakan seorang penulis bergaya realis-naturalis. Tak jarang, dia menerima orderan yang baginya cukup menguras tenaga, yaitu melukis "gaib". Atau permintaan lukis yang tidak disertai gambar contoh. "Jadi orang yang meminta itu hanya mengatakan angan-angan saja. Permintaannya, tolong buatkan lukisan dengan wajah seperti begitu, bentuk matanya seperti itu. Jadi itu gambar leluhurnya, ceritanya dia dapat mimpi," kata dia. Menurutnya, itu cukup menjadi tantangan baginya. Dia katakan, asal yang penting ada sketsa, dirinya tinggal membuat gambarnya seolah hidup. "Dia yang dapat mimpinya, saya yang diminta gambar, jadi cukup susah," tuturnya. Selain itu, Sumedi memiliki keunikan dalam berkarya, seperti pada lukisan ikan arwana. Lukisan itu menggunakan kombinasi cat dan tanah merah. Tak mengherankan bila karyanya diapresiasi dengan harga yang relatif tinggi. "Rata-rata tarifnya sekitar Rp 1,5 jutaan, sudah bingkai. Pengerjaannya sekitar seminggu," ujar dia. Beragam permintaan lukisan dia tangani, seperti karikatur, kantor, perpisahan, pensiun, dan beragam lainnya. Melukis memanglah hobinya. Namun dari situlah biaya hidupnya tercukupi. Dia berpesan, jika memiliki hobi, maka tak perlu tanggung-tanggung dalam mengembangkan hobi https://radarbanyumas.co.id/mengenal-mugo-sumedi-asal-sokaraja-tekun-dengan-seni-lukisnya-lukisan-nyi-roro-kidul-dipajang-di-kiosnya-di-pasar-glempang-purwokerto/ "Selama saya terjun ke dunia seni, seni lukis khususnya, saya totalitas tidak ada penghasilan lain selain dari lukis," imbuhnya. Sebagai pekerja seni, Sumedi berhasil menyekolahkan ketiga anaknya yang kini sudah berkeluarga. "Target minimal SMA/STM/SMK. Namun hasilnya, mereka semua bisa sampai kuliah," tandasnya. (mhd)

Sumber: