Banner v.2

Mengenal Supinah, Pengrajin Anyaman Mendong Kalisalak, Produk Tembus Ekspor Amerika

Mengenal Supinah, Pengrajin Anyaman Mendong Kalisalak, Produk Tembus Ekspor Amerika

Supinah cekatan menyanyam mendong dengan alat tradisional di ruang tamu rumahnya dengan hasil produk yang tembus ekspor hingga Amerika.-YUDHA IMAN/RADARMAS-

Mendong. Tidak banyak yang mengenal jenis rumput rawa yang batangnya panjang, ramping, dan kuat ini. Di tangan Supinah warga Desa Kalisalak Kecamatan Kebasen, mendong jadi bahan baku kerajinan anyaman tradisional perlengkapan rumah tangga yang produknya tembus ekspor sampai Amerika.

Yudha Iman Primadi, Banyumas

DITEMUI Radarmas di rumahnya Desa Kalisalak RT 4 RW IV Kecamatan Kebasen, Supinah baru kembali berjualan di Pasar Kalisalak. Aktivitas sebagai perajin mendong menjadi sambilan menghasilkan diluar kegiatan utamanya berdagang.

"Hari ini (Rabu) dapat satu. Kalau tidak disambi, satu hari satu wadah perlengkapan rumah tangga dari anyaman mendong jadi," katanya ditemui Radarmas.

Supinah menjelaskan keterampilan membuat produk anyaman dari mendong didapatnya dari mengikuti pelatihan di Balai Desa Kalisalak satu tahun lalu. Sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) saat itu, pemerintah membekalinya keterampilan menganyam mendong menjadi perlengkapan rumah tangga yang bernilai ekspor.

"Akhir tahun lalu kami diajak melihat langsung kontainer berisi perlengkapan rumah tangga dari anyaman mendong di Yogyakarta. Tidak hanya mendong, produk anyaman dari eceng gondok rupanya juga diminati warga mancanegara," terang dia.

Disinggung mengenai hasil yang didapatnya dari sambilan aktivitas sebagai pengrajin anyaman mendong, per produk seperti wadah perlengkapan rumah tangga dihargai Rp 15.000. Sementara untuk anyaman eceng gondok sedikit dibawahnya dengan Rp 8.000 per produk.

Hampir setahun menyanyam mendong, dirinya kini menjadi ketua kelompok pengrajin mendong di RTnya. Total ada 15 warga yang aktif menyanyam mendong untuk selanjutnya disetorkan ke Supinah lalu dibayar. Selain itu, mulai periode tahun 2026 Supinah tidak lagi terdaftar sebagai penerima PKH karena kemandiriannya.

"Alhamdulillah dari keahlian menyanyam mendong ada ilmu dan rejeki yang bisa ditularkan," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: