Polisi Kesulitan Tangkap Pelaku Lempar Batu ke Truk, Semakin Merajalela di Semarang

Polisi Kesulitan Tangkap Pelaku Lempar Batu ke Truk, Semakin Merajalela di Semarang

SEMARANG – Aksi lempar batu dengan sasaran truk semakin merajalela. Pelakunya belum juga tertangkap. Bahkan, semalam terjadi di dua lokasi, di Kota dan Kabupaten Semarang, Senin (14/6/2021) dinihari. Informasi yang beredar, di Kota Semarang terjadi sekitar pukul 03.20. https://radarbanyumas.co.id/teror-lempar-batu-gegerkan-warga-tiga-kali-dalam-semalam/ Lokasi berada di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Gajahmungkur. Kejadian ini menimpa sebuah truk. Kaca bagian depan mengalami pecah. Sayangnya para korban tak ada yang melapor ke kepolisian. Sebagaimana diakui Kapolsek Gajahmungkur, Kompol Juliana BR Bangun. “Setelah saya cek Instagram, benar ada kejadian itu. Korbannya tidak ada yang lapor ke Polsek,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (14/6/2021). Meski tak ada pelaporan, Juliana akan melakukan penyelidikan. Pihaknya telah memerintahkan anggotanya ke lapangan melakukan penyelidikan. Hasilnya menemukan serpihak kaca yang kecil-kecil. Itu masuk wilayah Candisari atau Gajahmungkur. “Doakan saja semoga cepat terungkap,” pungkasnya. Juliana juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang untuk melakukan pengecekan melalui kamera CCTV di Jalan Raya sekitar lokasi kejadian. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal. “CCTV yang hidup itu yang di atas traffic light dan di depan Akpol. Kebetulan yang di Semeru, CCTV tidak hidup. Meski begitu, kami tetap berusaha mengecek ke Dishub,” bebernya. Pihaknya juga memintai keterangan sejumlah Satpam di sekitar lokasi kejadian. “Siapa tahu satpam ini mendenger adanya keributan. Sebab pas tidak ada orang, karena masih pagi banget. Tapi kami tetap melakukan penyelidikan,” jelasnya. Sebelumnya, aksi lempar batu dengan sasaran truk terjadi di daerah Srondol. Tak tanggung-tanggung, dua truk mengalami pecah kaca depan. Kejadian ini, seorang laki-laki sempat merekam menggunakan handphone yang diarahkan ke dua truk korban sasaran aksi ini. https://radarbanyumas.co.id/terekam-cctv-beli-kacang-15-kilogram-pulang-dapat-handphone-di-dashboard-motor/ “Pelemparan batu daerah Srondol dengan batako. Dua armada. Tolong lur yang punya wilayah. Daerah Srondol sudah mulai rawan lur. Dua mobil sekaligus. Terlempar batu,” laporan di media massa. Dalam rekaman tersebut, truk yang menjadi sasaran memiliki bodi kepala truk warna merah. Kaca depan mengalami pecah bolong dan retak. Di dalam kabin terdapat potongan batu batako. Sedangkan satu kendaraan lain berwarna kuning bagian bodi kepala truk. Aksi serupa juga menimpa sebuah truk Fuso yang dikemudikan Tawur, 38, warga Larangan Kabupaten Brebes, Selasa (2/2) pukul 05.00 silam. Tepatnya saat melintas di jembatan Sungai Beringin, Kecamatan Tugu. Kejadian ini, sopir truk mengalami luka berat di wajahnya dan harus dilarikan ke rumah sakit. Pernah terjadi juga di ruas Jalan Urip Sumoharjo, setelah SPBU Mangkang Kulon, Senin (14/9/2020). Pada waktu bersamaan dengan kasus di Gajahmungkur Semarang, kasus serupa terjadi di Jalan Raya Lemah Abang, Kabupaten Semarang, Senin (14/6) sekitar pukul 05.30. Truk mengalami pecah pada bagian depan yang diduga dilempar batu oleh orang tak dikenal. Sebelumnya, kasus sama dalam sehari terjadi Minggu (13/6). Mobil yang menjadi sasaran adalah pikap Suzuki Carry warna biru H 1807 VL yang dilempar batu di daerah Merakmati, Kecamatan Bawen. Ada juga pikap warna merah yang kena lemparan di depan Pasar Hewan Ambarawa, dan sebuah mobil pikap Colt T warna hitam di SPBU kawasan sebelum masuk Jalur Lingkar Ambarawa. Kasubag Humas Polres Semarang, AKP Sugiyarta masih melakukan penyelidikan terkait kejadian ini. Penyelidikan dipimpin langsung Kapolres, Kasatreskrim, Kasatsabhara bersama jajaran hingga menjelang pagi hari. “Modus atau motifnya belum jelas. Maka kami mohon waktu untuk penyelidikan. Setiap malam sampai subuh telah disebar anggota mulai dari patroli dan disanggong oleh Polsek maupun dari Reskrim dan Intel Polres di jalur yang sering terjadi pelemparan batu,” bebernya. (mha/ria/ida)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: