TKW Banteran Meninggal di Malaysia

TKW  Banteran Meninggal di Malaysia

Malam Minggu Sempat Menelepon PURWOKERTO- Seorang TKW asal Desa Banteran Kecamatan Sumbang, Banyumas dilaporkan meninggal dunia di Malaysia. TKW tersebut bernama Sri Murni (40) warga RT 4 RW 4 Desa Banteran. tkw-banteran-meninggal-di-malaysia Ruswan suami korban menceritakan, awalnya dia dihubungi pada hari Rabu (7/9), oleh pihak PJTKI yang mengantar istrinya bekerja di Malaysia. Saat itu, dia tidak langsung diberi tahu oleh orang utusan agensi. "Waktu dihubungi saya masih bekerja di pembangunan double track di Desa Kediri, Karanglewas. Melalui sambungan telepon, pihak PJTKI menyatakan ingin bertemu dan akhirnya saya dijemput di tempat kerja," kata dia. Selang beberapa waktu lamanya, pihak agensi tak kunjung menyatakan maksud kedatangannya menemui dirinya. Setelah didesak, akhirnya dia diberi tahu perihal maksud pertemuan itu. "Orang agennya bilang, Murni meninggal dunia. Mendengar kabar itu, saya syok dan sempat pingsan," jelasnya. Dia mengakui, kabar meninggalnya Sri Murni sangat mengagetkan keluarga. Sebab beberapa hari sebelumnya, dia sempat menelepon keluarga dan menanyakan kabar keluarga juga anak-anaknya di rumah. "Malam Minggu jam 20.00 WIB menelepon, katanya kangen pengen denger suara keluarga di rumah. Saat itu, saya juga sempat bertanya kabar Murni di Malaysia. Katanya sehat, dari suaranya juga terdengar baik-baik saja. Dia juga bilang Desember besok mau pulang," ungkapnya. Pemberitahuan oleh pihak PJTKI, disertai surat keterangan meninggal dunia dari rumah sakit tempat Murni dirawat. Dalam surat disebutkan, Murni meninggal dunia karena sakit yang dideritanya. "Katanya karena sakit, tapi entah sakit apa juga tidak tahu. Katanya terkena virus, tapi juga tidak tahu jenis virusnya apa. Di keterangan Senin sore masuk rumah sakit, Selasa dinihari pukul 03.00 pagi, istri saya meninggal dunia" tuturnya. Dia berharap, jenazah istrinya dapat segera dipulangkan agar bisa dimakamkan. Namun, dia meminta agar jenazah terlebih dahulu menjalani visum. "Rencananya akan divisum terlebih dahulu, agar diketahui penyebab pasti meninggalnnya istri saya," tegasnya. Kepala Desa Banteran, Eddi Suheddi mengatakan, pihaknya masih menunggu kepastian pemulangan jenazah. Infromasi awal, jenazah akan dipulangkan pada Kamis sore. "Namun, sepertinya pemulangan jenazah harus mundur karena ada keterlambatan pengiriman dokumen. Saat ini masih proses kelengkapan dokumen, harapannya jenazah cepat dibawa pulang," tegasnya. (mif)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: