Proyek Fisik Jalan Jensoed Molor
Rekanan Minta Perpanjangan 45 Hari
PURBALINGGA - Penerapan Jalan Jenderal Soedirman (Jensoed) menjadi dua arah masih membutuhkan waktu. Pembahasan jalur dipastikan molor lagi karena pekerjaan fisik masih berlangsung. Pasalnya, pihak pelaksanaan pekerjaan proyek mengajukan perpanjangan selama 45 hari.
Kabid Lalulintas Dinhub Sunarto SH mengatakana, belum menerima perintah pimpinan untuk membahas penerapan dua jalur. “Kami belum bisa memastikan waktunya karena menunggu pekerjaan jalan selesai total dan nyaman dilalui,” tuturnya, Jumat (3/11).
BELUM SELESAI : Pekerja masih menyelesaikan beberapa bagian perbaikan trotoar di ruas Jalan Jensoed Purbalingga, Jumat (3/11).AMARULLAH NURCAHYO/RADARMAS
Imbas dari penetapan Jalan Jensoed menjadi dua arah, adanya perubahan marka parkir permanen. Yaitu kendaraan roda empat dibuat parkir sejajar jalan. “Usai ada perbup dan dilakukan uji coba, maka akan ditetapkan dan diberlakukan efektif. Kami rasa cukup lancar, karena lebar jalan sudah disesuaikan,” tambahnya.
Berdasarkan pantauan Radarmas, meskipun ada median jalan dan parkir, arus lalu lintas tetap lancar. “Kami juga akan menambah rambu jalan dan pembenahan usai pekerjaan jalan utama selesai,” ujarnya.
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPU PR) Kabupaten Purbalingga Nugroho Priyo Pratomo mengatakan progres pekerjaan fisik di Jalan Jensoed Purbalingga mencapai 92 persen. Tinggal merealisasikan pemindahan beberapa tiang listrik.
“Rekanan meminta perpanjangan waktu pekerjaan. Jadi tetap kami pantau dan awasi serta harus sesuai spesifikasi. Namun bupati sempat meminta keramik untuk trotoar yang ada di kemiringan diganti dengan bahan keramik yang agak kasar, biar tidak licin,” ungkapnya. (amr/sus)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

