Maret, Wirasaba Mulai Dikembangan

Maret, Wirasaba Mulai Dikembangan

PURBALINGGA-Rencana pengembangan Landasan Udara (Lanud) Wirasaba di Desa Wirasaba, Kecamatan Bukateja menjadi bandara komersial terus dilakukan. Rencananya, Maret mendatang sudah dilakukan proses penganggaran dan MoU pembangunan bandara tersebut. Penjabat (Pj) Bupati Purbalingga Drs Budi Wibowo MSi Kamis (11/2) kemarin mengatakan,  hal itu didasari hasil pertemuan antara, Kasubdit Penyelenggaraan Bandar Udara Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Syamsul Bachri. Pertemuan dilaksanakan dengan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP, serta enam kepala daerah, yakni Bupati Purbalingga, Banyumas, Banjarnegara, Wonosobo, Kebumen, dan Cilacap, di Ruang kerja kantor gubernur, Selasa (9/2) lalu. Dia menjelaskan, dari hasil pertemuan tersebut, rencananya Maret mendatang, Kemenhub akan mulai melakukan proses alokasi anggaran dan juga MoU dengan berbagai pihak seperti TNI AU dan pemerintah daerah. Proses pengembangan Lanud Wirasaba menjadi bandara komersial, ditargetkan lebaran 2016 sudah bisa melayani penerbangan. Hal itu, merupakan permintaan Menteri Perhubungan RI Ignasius Jonan. "Rencananya (hasil pertemuan di Semarang), besok (hari ini, red) akan kami rapatkan," ujarnya. Sementara itu, dilansir dari Jatengprov.go.id, Kasubdit Penyelenggaraan Bandar Udara Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Syamsul Bachri mengatakan, target Menteri Perhubungan itu, kemungkinan besar sulit direalisasikan. Sebab, pengerjaannya harus mengubah konstruksi runway bandara menjadi 1.300 meter x 30 meter. Dalam audiensi tersebut, juga disampaikan  beberapa kendala yang dihadapi saat proses pengembangan. Berdasarkan peraturan, pembangunan dengan APBN diharuskan menyerahkan lahan ke pemerintah pusat. Sementara lahan Bandara Wirasaba dimiliki oleh TNI AU. Kendala lain, belum adanya PP pelaksanaan UU no 1 tahun 2009 yang mengatur penggunaan bersama bandar udara sipil dan militer, sehingga sebagai dasar pengoperasionalnya harus dengan MoU dengan berbagai pihak yang berkepentingan. Menanggapi adanya kendala-kendala tersebut, Ganjar menyatakan siap membantu agar tidak menghambat pengembangan bandara, khususnya di bidang regulasi maupun negosiasi-negosiasi politik. Da menilai pengembangan bandara akan sedikit rumit karena aset dan kewenangannya berbeda-beda. (tya)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: