Banner v.2

Pembuktian Felicia Amadea Raih Prestasi di Ajang Trail Run Nasional

Pembuktian Felicia Amadea Raih Prestasi di Ajang Trail Run Nasional

Felicia Amadea, Atlet Trail Run wanita asal Purbalingga yang punya segudang prestasi nasional.-Dok Felicia Amadea-

Tak Ada Kata Terlambat Taklukkan Lintasan Berat

TAK ada kata terlambat untuk berprestasi. Kalimat itu menemukan wujud nyatanya pada sosok Felicia Amadea. Perempuan asal Kabupaten Purbalingga ini membuktikan, usia dan waktu mulai bukan penghalang untuk menembus level nasional di cabang olahraga trail run atau lari lintas alam.

ADITYA WISNU WARDANA, Purbalingga

Pembuktian paling nyata hadir pada ajang Slamet Trail Run 2025 yang digelar 19 Oktober lalu. Even bergengsi itu mengambil titik start dan finish di Objek Wisata D’LAS Desa Serang, Kecamatan Karangreja. Di lintasan berat yang menantang fisik dan mental, Felicia—akrab disapa Feli—tampil mengesankan.

Turun di kategori Utama Nasional 25 kilometer putri, ibu dua anak yang berdomisili di Kecamatan Purbalingga ini sukses merebut podium ketiga. Ia hanya kalah dari dua atlet nasional, Elmi Rahmiyati dan Devi, yang finis di posisi pertama dan kedua. Sebuah capaian yang tidak main-main, mengingat rute yang harus ditaklukkan membawa para pelari menanjak ke arah puncak Gunung Slamet melalui jalur Gunung Malang, lalu turun melewati jalur pendakian Bambangan.

Prestasi itu bukan hasil kebetulan. Di balik podium ketiga, tersimpan disiplin latihan yang dijalani Feli dengan konsisten. Dalam sepekan, ia bisa dua kali menembus puncak Gunung Slamet melalui pos pendakian Dipajaya. Tak jarang pula ia menjalani latihan tek-tok melalui jalur Permadi Guci, sekadar naik turun gunung tanpa bermalam, demi membiasakan tubuh menghadapi medan ekstrem.

BACA JUGA:Menenun Asa dari Limbah Kapas: Jejak Estetika Benang Antih Tumanggal yang Mendunia

Podium di Slamet Trail Run 2025 juga bukan yang pertama bagi Feli tahun ini. Sebelumnya, ia lebih dulu mencicipi podium ketiga pada ajang D’LAS Trail Run. Dua kali naik podium dalam satu tahun menjadi sinyal kuat bahwa namanya mulai diperhitungkan di dunia trail run nasional.

Menariknya, Feli terbilang pendatang baru di dunia lari lintas alam. Ia baru menekuni olahraga lari sejak 2024. Awalnya, ia hanya berlari di jalan raya atau road run bersama komunitas. Even-even nasional seperti Purwokerto Half Marathon pernah diikutinya. Sebelum rutin berlari, olahraga cardio menjadi pilihannya untuk menjaga kebugaran.

Bergabung dengan Komunitas Purbalingga Runners menjadi titik penting dalam perjalanannya. Dari sana, Feli tak hanya berlari, tetapi juga beberapa kali dipercaya menjadi pacer di berbagai even lari di Purbalingga dan Banyumas. Namun justru di lintasan alam, prestasi demi prestasi mulai menghampiri.

Feli mengakui, ketertarikannya pada trail run berangkat dari hobi naik gunung bersama komunitas. Kecintaannya pada alam perlahan bertemu dengan dunia kompetisi.

BACA JUGA:Kisah Perjuangan R dan N, Anak Penyandang HIV di Purbalingga

“Saat Slamet Trail Run sebenarnya saya tidak terlalu memikirkan menjadi juara. Tapi ketika tahu masuk tiga besar, saya berusaha semaksimal mungkin mempertahankan posisi sampai finish,” ungkapnya.

Pengalaman serupa juga ia rasakan di D’LAS Trail Run. Berlari dengan fokus menyelesaikan rute sebaik mungkin, tanpa beban target podium. Namun garis finis justru menghadiahkan posisi ketiga.

Ke depan, Feli bertekad terus menekuni olahraga lari, baik untuk menjaga kebugaran tubuh maupun mengejar prestasi yang lebih tinggi. Dari Purbalingga, langkahnya terus melaju, menembus jalur-jalur alam, membawa pesan sederhana namun kuat: selama masih mau berusaha, prestasi selalu punya ruang untuk dikejar. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: