Banner v.2

Sungai Tipar Kebarongan Meluap, Dua Dusun di Mujur Kroya Tergenang Air

Sungai Tipar Kebarongan Meluap, Dua Dusun di Mujur Kroya Tergenang Air

TERGENANG: Jalan Raya Buntu-Kroya tergenang air, Senin (13/12). Genangan air muncul karena Sungai Tipar meluap karena intensitas hujan yang tinggi. RAYKA DIAH/RADARMAS CILACAP - Hujan dengan intensitas tinggi pada Minggu (12/12) malam, membuat puluhan rumah, area persawahan dan jalan raya di Desa Mujur Lor Kecamatan Kroya tergenang air, Senin (13/12). Bahkan arus lalu lintas di Jalan Raya Buntu-Kroya, sempat terhambat lantaran air yang menggenangi jalan tak kunjung surut. Bahkan sejumlah kendaraan yang melintasi banyak yang mogok. Kepala UPT Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kroya Sugiarto mengatakan, pada Senin (13/12), banjir bahkan menggenangi halaman rumah warga. Ada dua dusun yang terdampak banjir. "Ketinggian air sekitar 30 centimeter, namun kini sudah berangsur surut. Ada dua dusun yang terdampak yaitu Dusun Pecangakan dan Dusun Tegalanyar," katanya. Menurut Sugiarto, penyebab banjir dikarenakan tanggul Sungai Tipar di Desa Kebarongan, Kabupaten Banyumas jebol. Sehingga wilayah tersebut terkena limpasan air dari sungai tersebut. "Sedangkan yang disamping jalan raya (Desa Mujur Lor) belum dibuatkan saluran air. Sehingga kondisi jalannya akan selalu jalan tergenang air," ujarnya. Dikatakan Sugiarto, kewenangan untuk Jalan Raya Buntu-Kroya merupakan milik Bina Marga Provinsi Jawa Tengah. Pihaknya juga sudah melakukan koordinasi untuk perbaikan, namun hingga kini belum diketahui kapan pelaksanaannya. "Sudah (koordinasi), tinggal pelaksanaannya kapan. Nah ini yang kita belum tahu," kata dia. Sugiarto menilai, masyarakat di Desa Mujur Lor sudah terbiasa dengan kondisi tersebut. Sehingga warga bisa sigap dalam pelaksanaan mitigasi bencana. Kendati demikian, pihaknya tetap menghimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Terlebih saat ini masih masuk musim penghujan. "Kita terus melakukan sosialisasi terkait mitigasi. Selain itu, petugas BPBD Kroya selalu siap siaga jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Kita sudah siapkan personil," katanya. Terpisah, Prakirawan Cuaca BMKG Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Rendi Krisnawan menyampaikan, saat ini kondisi curah hujan di seluruh wilayah Cilacap masuk dalam kategori menengah. Namun, masih ada peluang cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan hujan lebat dan bencana banjir hingga tanah longsor. https://radarbanyumas.co.id/sekolah-di-kalibagor-kebanjiran-lagi-terus-berulang-aktivitas-ptm-terus-terganggu/ Rendi mengatakan, secara umum wilayah Cilacap bagian selatan hingga timur pada Desember pertengahan, jumlah curah sekitar 51-75 mm atau masuk kategori menengah. Sementara wilayah Cilacap tengah hingga timur, pada akhir Desember curah hujan diprakirakan mencapai 76-100 mm, dan Cilacap bagian barat 101-150 mm atau kategori menengah. "Saat ini sampai bulan depan (Januari 2022) masih musim hujan. Lalu ada pemicu yang lain seperti fenomena La Nina. Kadang ada fenomena gangguan pola angin dan lain sebagainya, sehingga dapat memicu banyak potensi hujan lebat, sehingga perlu diwaspadai," jelas Rendi. (ray)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: