Banner v.2

Vita... Vita..oh Vita...

Vita... Vita..oh Vita...

BERANI BERBUAT BERANI TANGGUNGJAWAB: Pelaku yang melakukan aksi vandalisme (kanan) dan empat kawannya di ruang Prokompim Setda Kabupaten Banyumas, Rabu (17/11). Mereka datang untuk meminta maaf. PURWOKERTO - Ini kisah cinta. Seandainya, GPP (16 tahun) hidup di negeri Bollywood sana, mungkin GPP akan menjadi Shakh Rukh Khan junior. Dia begitu ekspresif merayakan hari ulang tahun sang pacar tercintanya. Sayangnya bukan dengan cara bikin rangkaian kalimat puitis. Atau dengan membuat bait-bait syair yang enak didendangkan sembari berjoget. Tapi ini memang eranya 'ngontent'. Remaja GPP yang asal Bumiayu itu pun meluapkan perhatiannya dengan membuat video yang sempat diunggah di akun tik-tok milik dia. Aksinya cukup keren. Dalam satu adegan, dia bersama koleganya terlihat naik sepeda motor sambil membawa kain putih. Tulisannya: HBD Vita. Ahh..hati perempuan bisa bergetar. Sayang, ada content GPP untuk Vita yang kurang terpuji. Dia melakukan aksi vandalisme di Alun-Alum Purwokerto. Pun di fasilitas publik itu, GPP menuliskan HBD Vita. Alun-alun Purwokerto pun viral kembali. Pertama karena setelah direnovasi jadi lebih cantik yang oleh netizen disebut rasa Jogja. Kedua, Selasa (16/11) viral soal vandalisme GPP. Viral vandalisme bertulis "HBD Vita" di keramik pedestrian Alun-alun Purwokerto langsung memantik kritik netizen. Tak butuh lama mencari tahu siapa pelaku yang melakukan tindakan itu. Ya, GPP itu, pemuda yang tengah di mabuk cinta. Rabu (17/11), GPP pun mendatangi Alun-alun Purwokerto. Dia datang bersama 4 orang temannya dengan naik bus dari asal tinggalnya di Brebes. "Sebetulnya itu tidak sengaja. Saya mencoret di kain. Itu kejadiannya Rabu (10/11)," katanya. GPP mengaku, saat itu memang tengah main ke Alun-alun Purwokerto. Dia tak tahu jika alun-alun masih ditutup. Setelah mencoret di kain itu, dia bersama empat temannya langsung ditegur Satpol PP dan diminta untuk pergi karena Alun-alun Purwokerto masih ditutup. GPP tak mengira akan seramai ini. Ia baru tahu videonya viral Selasa (16/11) sore sekira pukul tiga sore. Kecemasan dan perasaan tak karuan menyelimutinya. Malam harinya, GPP tak nyenyak tidur. Kawan-kawan dia telah berusaha menghibur. Namun hati GPP tetap galau. Dia bertekad kembali ke Purwokerto untuk bertanggungjawab terhadap apa yang telah dilakukannya. "Hari ini langsung ke lokasi, mau saya hapus. Tapi sudah dihapus sama petugas kebersihan. Saya juga menemui Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Setda Kabupaten Banyumas dan jajaran untuk klarifikasi dan minta maaf," kata dia. Dia menyesali perbuatannya itu. Soal hubungannya dengan Vita yang disebut di tulisannya, GPP mengaku masih berlanjut dan baik-baik saja. Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Setda Kabupaten Banyumas Deskart S Djatmiko menyampaikan jika perbuatan GPP itu memang salah. https://radarbanyumas.co.id/viral-pelaku-vandalisme-hbdvita-asal-bumiayu-tidak-bisa-tidur-semalaman-sambangi-pemkab-banyumas-dan-minta-maaf/ "Jadi harus diperbaiki dan minta maaf. Saya juga menghargai orang yang jatuh cinta yang kadang melakukan hal di luar akal," ujarnya. Namun begitu, disisi lain, Ia juga menyampaikan terimakasih karena harus diakui mereka adalah penyumbang pendapatan daerah. "Atau setidaknya nglarisi PKL yang ada di sekitar alun-alun Purwokerto," katanya. "Saya harap jangan kapok datang ke Purwokerto. Lain kali datang lagi namun jangan mencoret-coret tapi berwisata di Banyumas," tandasnya. Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Banyumas Subagyo mengecam keras aksi vandalisme. Menurutnya, vandalisme yang dilakukan mencerminkan upaya tidak menghargai dan menjaga fasilitas publik yang ada. "Sangat menyesalkan aksi tersebut," katanya. Meski pelaku sudah meminta maaf dan mengakui perbuatannya, ia meminta tetap ada upaya pembinaan. Jika saja pelaku bukan anak-anak ia katakan, mesti ditindak secara hukum. "Kalau sudah dewasa cari dan cekal orangnya. Ini agar punya efek jera dan jadi pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang," ucapnya. Fasilitas publik yang ada menurutnya, jadi hak publik untuk menggunakannya. Namun, tetap jangan lupa bahwa selain hak, ada pula kewajiban masyarakat yaitu ikut menjaga fasilitas publik tetap terawat. "Vandalisme yang dilakukan adalah bentuk tidak menghargai fasilitas publik yang sudah dibangun pemerintah. Jangan seperti itu," terangnya. Sebagai upaya preventif ia meminta agar ada petugas yang berjaga di fasilitas publik. Itu dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk terjadinya vandalisme. "Juga bisa diberikan CCTV. Kecenderungan kota-kota sekarang punya CCTV disetiap sudut fasilitas publik," pungkasnya. (mhd/aam)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: