Banner v.2

Jalan Rusak hingga Kemiskinan Dibahas di Tarhim Banjarnegara

Jalan Rusak hingga Kemiskinan Dibahas di Tarhim Banjarnegara

Tarhim Ramadhan di Wanayasa, Pemkab Banjarnegara Sosialisasikan Program Percepatan Infrastruktur dan Validasi Data Kemiskinan.-Kominfo Banjarnegara untuk Radarmas-

BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Agenda Tarawih Silaturahmi (Tarhim) Ramadan tahun ini tak sekadar diisi doa dan tausiah.

Di Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa, Senin (23/2/2026) malam, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara memanfaatkan forum masjid untuk menyampaikan dua isu krusial, yaitu percepatan perbaikan infrastruktur dan pembenahan data kemiskinan.

Bertempat di Masjid Uswatun Hasanah, ratusan jamaah mengikuti tarawih bersama rombongan Tim III Tarhim yang dipimpin Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Baperida) Banjarnegara, Yusuf Agung Prabowo. Usai salat, forum berubah menjadi ruang dialog pembangunan.

Agung, mewakili Pj Sekda Tursiman menegaskan,  persoalan jalan rusak masih menjadi pekerjaan rumah terbesar pemerintah daerah.

BACA JUGA:Bupati dan Kemenag Perkuat Sinergi Lewat Tarhim

“Masalah jalan adalah prioritas. Kami terus berupaya mengoptimalkan anggaran, termasuk dari skema Transfer Keuangan Daerah dari pemerintah pusat, agar pembangunan di tingkat kecamatan hingga desa berjalan lancar, terutama untuk jalan-jalan yang kondisinya rusak berat,” kata Agung.

Dia menyebut, akses jalan bukan sekadar urusan fisik, melainkan menyangkut pergerakan ekonomi warga, distribusi hasil pertanian, hingga akses pendidikan dan layanan kesehatan.

Selain infrastruktur, Agung juga menyoroti angka kemiskinan Banjarnegara yang masih berada di angka 13,24 persen atau sekira 144 ribu jiwa. Menurutnya, data itu menjadi dasar pemerintah mengambil langkah verifikasi dan validasi ulang pada April mendatang.

“Bulan April nanti, seluruh ASN akan diutus untuk terjun langsung ke lapangan. Mereka akan masuk ke rumah-rumah warga satu per satu untuk melakukan wawancara dan memvalidasi data DTKS,” ujarnya.

BACA JUGA:Bangun Jalan dan Jembatan, Pemkab Banjarnegara Siapkan Anggaran Lebih dari Rp 100 Miliar

Langkah tersebut ditempuh untuk memastikan bantuan sosial tepat sasaran. Pemerintah mengakui selama ini persoalan akurasi data kerap menjadi sumber masalah dalam penyaluran bantuan.

Di tengah curah hujan yang masih tinggi, masyarakat Wanayasa juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana.

Pemerintah mendorong kembali kegiatan kerja bakti atau korve sebagai langkah sederhana namun efektif menjaga lingkungan sekaligus mencegah penyakit.

Dalam kesempatan itu, diserahkan bantuan dari Baznas Banjarnegara serta Al-Qur’an dari Kementerian Agama untuk takmir masjid. Tausiah disampaikan penyuluh agama Toto Subagyo.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: