Polisi Masih Dalami Penyebab Kecelakaan KA Gajayana di Kebumen
Proses evakuasi badan truk tronton usai terlibat kecelakaan dengan KA Gajayana di perlintasan Kutowinangun, Rabu (28/1/2026) dini hari.--
Korban Selamat Belum Bisa Dimintai Keterangan
KEBUMEN – Polisi masih mendalami penyebab kecelakaan yang melibatkan truk tronton dengan KA Gajayana relasi Malang–Gambir di perlintasan sebidang JPL 582, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen.
Kecelakaan yang terjadi pada Selasa (27/1) malam itu menewaskan sopir truk tronton bernopol L 8861 UC, Suratno, di lokasi kejadian.
Sementara itu, dua korban selamat yakni petugas palang pintu kereta api Rahman Al Ghazali dan kenek truk Suryanto masih menjalani perawatan medis sehingga belum dapat dimintai keterangan oleh polisi.
Kasatlantas Polres Kebumen AKP Edi Nugroho mengatakan, proses penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.
“Korban selamat masih dirawat di rumah sakit sehingga belum bisa kami mintai keterangan secara resmi,” kata AKP Edi Nugroho, Kamis (29/1).
Ia menjelaskan, kondisi petugas palang pintu sudah sadar dan bisa diajak berkomunikasi. Namun, polisi masih menunggu kondisi fisiknya benar-benar pulih sebelum melakukan pemeriksaan.
Sementara itu, kondisi kenek truk masih memerlukan perawatan intensif karena terdapat indikasi retak pada kaki serta memar di bagian perut.
AKP Edi mengungkapkan, pihaknya telah menerima sejumlah keterangan awal dari saksi di sekitar lokasi kejadian, namun masih perlu diverifikasi.
“Ada saksi yang menyebut palang pintu belum tertutup. Ada juga informasi bahwa truk tronton mogok di atas rel. Semua masih kami dalami,” ujarnya.
Terkait rekaman kamera pengawas, polisi mengakui keterbatasan CCTV di sekitar lokasi kejadian karena berada jauh dari permukiman warga.
“Kami akan berkoordinasi dengan PT KAI, termasuk kemungkinan adanya CCTV di lokomotif,” jelasnya.
Polisi memastikan penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab kecelakaan dan sebagai bahan evaluasi keselamatan di perlintasan sebidang. (mam)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
