Banner v.2

KIR Gratis, Kendaraan Diuji KIR Terus Merosot

KIR Gratis, Kendaraan Diuji KIR Terus Merosot

Uji ambang batas emisi gas buang kendaraan wajib uji di UPTD PKB Banyumas, Selasa (2/12).-YUDHA IMAN/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Digratiskannya pengujian KIR bagi angkutan barang dan penumpang tidak membuat jumlah kendaraan yang diuji KIR naik. Sebaliknya angkanya terus merosot dibandingkan tahun lalu ketika penggratisan biaya uji KIR mulai diberlakukan pemerintah.

Catatan Radarmas, data jumlah kendaraan yang diuji KIR di UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Karangnanas, Sokaraja per November 2025 sebanyak 11.955 kendaraan. Angka ini lebih kecil dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang melebihi 12 ribu kendaraan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala UPTD PKB Dinas Perhubungan Banyumas, Sugeng Pujiono, SH mengatakan terus merosotnya jumlah kendaraan yang diuji tidak hanya terjadi di Kabupaten Banyumas. Di banyak kabupaten dan kota lainnya yang terjadi trennya sama.

"Dua bulan terakhir jumlah kendaraan barang dan penumpang yang diuji KIR tidak sampai seribu unit," katanya ditemui Radarmas, Selasa (2/12).

BACA JUGA:UPPKB Ajibarang Soroti Lonjakan Pelanggaran KIR Mati

Sugeng menjelaskan untuk jumlah kendaraan wajib uji data per Oktober 2025 di Kabupaten Banyumas ada 180.475 unit. Dengan jumlah kendaraan yang diuji KIR per Oktiber sebanyak 11.109 unit, maka rasionya kendaraan yang diuji KIR 6,6 persen.

"Banyak faktor yang berpengaruh dengan  jumlah kendaraan yang diuji KIR diantaranya kendaraan sudah tidak dioperasionalkan lagi. Bisa karena batas usia kendaraan yang sudah terlampauai atau mungkin sepinya order atau penumpang," terang dia.

Dilanjutkannya jumlag kendaraan yang diuji KIR per November 2025 merupakan data kendaraan yang lulus uji KIR. Di dalamnya sudah termasuk jumlah kendaraan yang mengulang uji KIR dan akhirnya lulus uji setelah dilakukan perbaikan.

"Kendaraan yang tidak lulus uji KIR kami beri kesempatan memperbaiki kendaraannya dalam waktu seminggu. Jika terlampauai mendaftar ulang," pungkas Sugeng. (yda)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: