Banner v.2

Puluhan Siswa SD Negeri Pangebatan Alami Dugaan Keracunan

Puluhan Siswa SD Negeri Pangebatan Alami Dugaan Keracunan

Yudha Iman Orangtua mengantar anaknya bersekolah di SD Negeri Pangebatan, Jumat (26/9). Pembelajaran berjalan normal paska tidak masuknya puluhan siswa di sekolah tersebut pada Rabu (24/9) dan Kamis (25/9).-YUDHA IMAN/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Puluhan siswa SD Negeri Pangebatan mengalami sakit dengan gejala seperti keracunan. Merespon kejadian tersebut dari pihak sekolah sementara menghentikan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama dua hari.

Pantauan Radarmas pada Jumat (26/9) meski tanpa MBG, pembelajaran berjalan normal dan siswa SD Negeri Pangebatan memulai kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan senam pagi bersama.

Kepala SD Negeri Pangebatan, Riyadi mengatakan banyaknya siswa yang tidak masuk sekolah diketahui pada Rabu (24/9) siang. Total ada kurang lebih 52 anak yang mengalami sakit dengan gejala keracunan seperti mual dan pusing. Pada hari tersebut, program MBG masih berjalan.

"MBG hari itu masih jalan. MBG dibagikan paginya," katanya ditemui Radarmas, Jumat (26/9).

BACA JUGA:Program MBG Belum Merata, Beberapa Sekolah di Kutawaru Cilacap Belum Tersentuh

Riyadi menjelaskan anak yang tidak masuk sekolah pada Kamis (25/9) masih bertambah sampai sekitar 92 anak. Melihat penambahan tersebut pihaknya terlebih dahulu sudah mengambil kebijakan untuk menghentikan sementara penyaluran program MBG ke SD Negeri Pangebatan selama dua hari pada Kamis (25/9) dan Jumat (26/9).

Kepada orangtua telah disosialisasikan agar anak membawa bekal sendiri dari rumah. 

"Pagi ini (Jumat) masih kita lakukan pendataan absen. Yang sudah terlihat untuk siswa kelas VI normal hanya tiga anak yang tidak masuk sekolah," terang dia.

Disinggung mengenai penyebab dugaan keracunan, dirinya tidak berani menyimpulkan apakah terkait dengan MBG atau tidak.

BACA JUGA:Ketua DPRD Kebumen Minta Evaluasi Menyeluruh Pelaksanaan MBG

Yang pasti untuk kejadian keracunan di SD Negeri Pangebatan sudah dilaporkan ke Korwilcam Dindik Karanglewas dan Dinas Pendidikan Banyumas.

Koordinasi juga dilakukan dengan puskesmas melalui bidan desa.

"Mudah-mudahan hari ini sudah menurun anak yang tidak masuk sekolah," pungkas Riyadi.

Ketua Tim Kerja Surveilans, Imunisasi dan Kejadian Luar Biasa (KLB) Dinas Kesehatan Banyumas, Achmad Chairul Hamdi mengatakan terkait kejadian keracunan anak di wilayah Desa Pangebatan pihaknya terlebih dahulu melakukan pengecekan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: