Sasak Lapuk, Selanegara Tunggu Realisasi Jembatan Gantung untuk Dukung Wisata
Jembatan sasak bambu telah lapuk bahkan di bagian tengahnya miring membahayakan warga yang melintas. Usulan jembatan gantung diharapkan segera terealisasi, Selasa (23/9).-FIJRI RAHMAWATI/RADARMAS-
Jembatan sasak bambu telah lapuk bahkan di bagian tengahnya miring membahayakan warga yang melintas. Usulan jembatan gantung diharapkan segera terealisasi, Selasa (23/9). -FIJRI/RADARMAS-
BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID - Kondisi jembatan sasak bambu di Gerumbul Karang Tanjung Kidul Desa Selanegara Kecamatan Sumpiuh akses penghubung dua wilayah RW sudah tidak layak untuk lalu lintas warga.
Badan jembatan miring di bagian tengah. Bambu-bambu sasak mulai lapuk dan patah. Kepala Dusun 3 Desa Selanegara Isbandi menyampaikan jembatan dibangun secara swadaya oleh warga.
Terakhir warga gotong royong membangun jembatan sasak bambu pada Mei 2024 silam. Sesuai perkiraan bahwa usia jembatan hanya dapat bertahan maksimal dua tahun.
"Sekarang kondisi jembatan sudah membahayakan untuk lalu lintas. Kemarin masih ada warga yang lewat untuk jemput anak sekolah. Kami menunggu realisasi pembangunan jembatan gantung dari pemerintah," kata Isbandi, Selasa (23/9) di lokasi.
BACA JUGA:Abutment Terkikis, Jembatan Terancam Runtuh
Jembatan gantung sedang diusulkan ke pusat. Lokasi telah disurvei secara langsung oleh Hanung Cahyo Saputro ketika sebagai Pj Bupati Banyumas. Tidak lama berselang, Kementerian PUPR juga menyusul survei.
Dalam perkembangannya, keberadaan jembatan gantung yang dinantikan warga itu tidak hanya sebagai pengganti jembatan sasak untuk akses lalu lintas warga. Pemerintah Desa Selanegara melihat potensi lain untuk kemajuan wilayah.
"Titik usulan jembatan gantung berada di Jalan Diponegoro yang terputus di Selanegara. Jaraknya dekat dengan wisata Kedung Kampak yang sedang kami kembangkan," imbuh Isbandi.
Oleh karena itu, jembatan gantung dinilai sebagai infrastruktur yang dapat mendukung pariwisata desa. Daya tarik bagi pengunjung. Sekaligus menghidupkan Jalan Diponegoro yang telah mati selama puluhan tahun sebagai akses ekonomi, pertanian, pendidikan dan keagamaan.
BACA JUGA:Tumpukan Sampah di Bantaran Jembatan Desa Babakan–Dawuhan Picu Longsor ke Sungai
Terpisah, Ketua Pengelola Wisata Kedung Kampak Achmad Mustaqim menambahkan pihaknya di awal Oktober mendatang memperoleh undangan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Banyumas.
Pertemuan berupa pembahasan laporan awal peta potensi investasi Selanegara. Dalam kesempatan tersebut, Achmad merencanakan akan memasukan opsi jembatan gantung dalam poin yang dipaparkan.
"Jembatan gantung ke dapan sangat membatu mempermudah pengunjung wisata Kedung Kampak yang datang dari arah barat," kata Achmad.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

