Banner v.2

Tumpukan Sampah di Bantaran Jembatan Desa Babakan–Dawuhan Picu Longsor ke Sungai

Tumpukan Sampah di Bantaran Jembatan Desa Babakan–Dawuhan Picu Longsor ke Sungai

Kondisi Bantaran sungai di area Jembatan Desa Babakan- Dawuhan yang penuh sampah dan memicu longsor .-PUISTIA PASHA/RADARMAS-

BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Tumpukan sampah di sekitar jembatan penghubung Desa Babakan dan Desa Dawuhan, Kecamatan Banyumas, memicu longsornya bantaran sungai. Tanah ambles dan sejumlah pohon ikut roboh ke aliran sungai, menambah parah kondisi pencemaran.

Pantauan di lokasi, Minggu (21/9), terlihat sampah rumah tangga bercampur dengan ranting, plastik, dan dedaunan menumpuk di sisi sungai. Tumpukan itu membentuk gundukan setinggi hampir satu meter dan memanjang di bawah jembatan. Kondisi ini membuat aliran air terhambat serta menimbulkan bau menyengat yang mengganggu warga sekitar.

Warga Dawuhan menilai sampah tersebut berasal dari desa seberang dan mencemari sungai.

“Kalau dilihat sampah itu banyak kiriman dari Babakan. Dampaknya jadi ambles ke sungai, air sungai jadi tercemar sampah,” ujar Slamet (45), warga Dawuhan Ujarnya (21/9).

BACA JUGA:Bank Sampah Abhipraya Binaan Kilang Cilacap Melakukan Studi Tiru di TPST Rawalo

Di sisi lain, warga Babakan mengaku kebingungan dalam mengelola sampah rumah tangga mereka. Tidak adanya layanan pengangkutan sampah membuat sebagian warga terpaksa membuang ke sungai.

“Kalau dibakar, asapnya ganggu. Tapi kalau ditumpuk juga bingung mau dibawa kemana. Di sini memang belum ada tukang sampah,” kata Suwarni (50), warga Babakan (21/9).

Kondisi ini memicu keresahan masyarakat sekitar yang khawatir pencemaran sungai semakin parah. Selain menimbulkan bau tidak sedap, tumpukan sampah dikhawatirkan mengganggu ekosistem sungai. Beberapa warga bahkan mengaku sungai sering banjir, ikan-ikan kecil yang biasa terlihat di sungai kini juga jarang muncul.

Sejumlah warga menyebut, permasalahan ini tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan harus ditingkatkan, sementara dukungan pemerintah juga dibutuhkan agar tersedia tempat pembuangan dan sistem pengangkutan sampah yang jelas.

BACA JUGA:Dosen UMNU Sulap Sampah Plastik Jadi BBM Solar

Jika kondisi ini dibiarkan, risiko saat musim hujan dikhawatirkan semakin besar. Sampah yang menumpuk bisa menyumbat aliran air, membuat sungai meluap, dan berpotensi menimbulkan banjir di sekitar permukiman warga Desa sebelah. Hal itu akan menambah beban masyarakat yang selama ini sudah resah dengan pencemaran.

Tanpa langkah nyata, sampah akan terus menumpuk, mencemari air, dan memperparah kerusakan lingkungan di bantaran sungai. (sha)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: