Dosen Amikom Ciptakan Kemandirian Ekonomi di MTs Pakis
Ketua Tim Dosen, Darso, ST, MT (tengah) menyampaikan maksud dan tujuan dijalankannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat di MTs Pakis Desa Gunung Lurah, Cilongok pada 3 dan 4 September 2025.-AMIKOM PURWOKERTO UNTUK RADARMAS-
PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Tim Dosen Universitas Amikom Purwokerto diketuai oleh Darso, ST, MT dengan anggota Dr. Rujianto Eko Saputro, M.Kom sebagai dosen dari universitas yang sama dan Anies Indah Hariyanti yang merupakan Dosen Universitas Peradaban menjalankan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di MTs Pakis Desa Gunung Lurah Kecamatan Cilongok pada 3 dan 4 September 2025.
Ketiganya telah berhasil membantu menciptakan kemandirian ekonomi di MTs Pakis melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan oleh Kemdiktisaintek. Tujuan program ini yaitu memberdayakan masyarakat dalam peningkatan produktivitas dan kualitas biji kopi melalui pengembangan dryhouse berbasis Internet of Things (IoT).
Ketua Tim Dosen, Darso, ST, MT mengatakan produktivitas biji kopi yang dihasilkan melalui pengeringan kopi di MTs Pakis yang awalnya hanya menghasilkan 20 kg per 12 hari naik hingga 40 kg per 12 hari usai dryhouse yang sebelumnya menggunakan material plastik UV diganti dengan polycarbonate. Selain itu sistem pengeringan kopi juga diperbaharui dengan pemasangan sensor suhu dan kelembaban berbasis IoT.
"Prinsip program kami berhasil mencapai tujuannya dalam meningkatkan kapasitas dan produksi kopi di MTs Pakis serta memberdayakan masyarakat melalui pelatihan keterampilan yang relevan," katanya pada Radarmas, Jumat (12/9).
Darso menjelaskan selain peningkatan prodyktivitas, penggunaan teknologi IoT pada dryhouse diharapkan mampu meningkatkan kualitas kopi dengan menjaga kadar kelembaban biji kopi yang lebih seragam dan mengurangi risiko kerusakan akibat fluktuasi suhu. Menghadirkan pelatihan keterampilan teknis bagi guru, siswa, dan masyarakat sekitar, program mencakup pengenalan teknologi IoT dan solar panel serta teknik pengeringan kopi yang sesuai dengan standar industri.
"Hasil pretest dan posttest menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang signifikan. Rata-rata skor naik 173 persen," terang dia.
Dilanjutkannya seiring dengan penerapan teknologi IoT, program kali ini pun berhasil menciptakan keberlanjutan ekonomi di MTs Pakis . Lewat peningkatan produktivitas kopi dan pendapatan yang lebih stabil karena ketergantungan pada donasi eksternal bisa dikurangi. Penerapan teknologi IoT sekaligus membuka peluang bagi komunitas sekitar untuk mengadopsi teknologi serupa dalam sektor pertaniannya.
"Dengan segala dampak positif yang dihasilkan harapannya program berkelanjutan. Teknologi IoT yang telah diterapkan dapat terus digunakan dan dikembangkan tidak hanya oleh warga madrasah melainkan juga oleh masyarakat setempat," pungkas Darso. (yda/ads)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
