BPBD Banyumas Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem di Musim Hujan
Kondisi Purwokerto yang sudah memasuki musim penghujan, (9/9)-PUISTIA PASHA/RADARMAS-
PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Memasuki musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas mulai mengaktifkan berbagai langkah mitigasi untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang kerap terjadi di awal musim.
Kepala Pelaksana BPBD Banyumas, Budi Nugroho, mengatakan bahwa kesiapsiagaan difokuskan pada tiga aspek utama koordinasi lintas sektor, penyiapan personel lapangan, serta pengecekan peralatan evakuasi dan penanganan darurat. Tim pemantau lapangan juga telah disiagakan di wilayah rawan untuk memastikan respon cepat saat terjadi bencana.
“Tim sudah kami siagakan di lapangan dan seluruh peralatan penanganan darurat terus dicek agar siap digunakan saat dibutuhkan,” kata Budi (9/9).
Langkah antisipasi ini juga didasari oleh potensi dampak fenomena La Niña yang disebut oleh Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) akan memengaruhi peningkatan curah hujan mulai September. Meski BPBD masih menunggu informasi resmi dari BMKG terkait dampaknya di wilayah Indonesia, Banyumas tetap memperkuat pengawasan terhadap daerah-daerah rawan.
BACA JUGA:Hujan Deras Picu Longsor di Jeruklegi Wetan Cilacap, Satu Rumah Warga Terancam Ambruk
Berdasarkan data BPBD, daerah rawan longsor tersebar di 21 kecamatan, sedangkan potensi banjir terdapat di 22 kecamatan. Beberapa kejadian bencana telah terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Awal Agustus lalu, banjir dan longsor melanda wilayah Baturraden, Kedungbanteng, dan Ajibarang.
Pada awal tahun ini, hujan deras juga sempat menggenangi kawasan Purwokerto Selatan dan Karangrau dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter. BPBD menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC), membuka posko darurat, serta menyalurkan logistik untuk warga terdampak.
Meski musim kemarau telah berlalu, BPBD menyebut tidak ada laporan kekeringan signifikan di Banyumas. Curah hujan masih kerap turun selama kemarau, menjadikan tahun ini tergolong kemarau basah. Saat ini, fokus BPBD sepenuhnya diarahkan pada upaya pengurangan risiko bencana di musim penghujan.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dengan membersihkan saluran air, menutup rekahan tanah di sekitar rumah, serta memangkas dahan pohon yang rimbun untuk mencegah potensi pohon tumbang akibat angin kencang. BPBD juga membuka saluran informasi dan pelaporan darurat 24 jam jika terjadi kondisi yang membahayakan. (sha)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
