Banner v.2

Gerhana Bulan Total “Blood Moon” di Langit Purwokerto

Gerhana Bulan Total “Blood Moon” di Langit Purwokerto

Warga yang antusias melihat gerhana bulan total berusaha mengabadikan momen langka tersebut dengan kamera ponselnya, Senin (8/9/2025) dinihari.-DIMAS PRABOWO/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Fenomena langka gerhana bulan total berhasil disaksikan oleh warga Karangwangkal, Banyumas, pada malam Minggu hingga Senin, 7–8 September 2025. 

Langit yang semula tertutup awan sejak sore, akhirnya menampakkan bulan purnama yang berlahan menjadi merah, di atas tanah lapang depan rumah Ikko (27), yang nekat begadang meski harus bekerja keesokan harinya.

“Tadinya pesimis, karena dari sore langit tertutup awan. Tapi semakin tengah malam malah semakin cerah,” ujarnya.

Ikko yang bersama teman-temannya mengabadikan momen tersebut menggunakan kamera ponsel mereka. Ia menambahkan bahwa ini adalah pengalaman pertama baginya melihat bulan berubah menjadi merah menyala

BACA JUGA:LF PBNU Mengungkap Bakal Terjadi Gerhana Sebanyak 3 Kali di 2024

“Dulu katanya ada, tapi entah saya ketiduran atau mendung, jadi terlewat. Sekarang bisa melihat langsung, rasanya kagum sekali,” ungkapnya.

Fenomena bulan merah ini disebut Blood Moon. Hal ini terjadi karena Bumi berada tepat di tengah antara Matahari dan Bulan. Cahaya Matahari yang seharusnya langsung menyinari Bulan, malah terhambur oleh atmosfer Bumi. Hanya cahaya merah yang sampai ke Bulan, sehingga terlihat seperti terbakar merah darah.

Menurut data resmi dari BMKG, gerhana kali ini berlangsung cukup lama. Totalitas gerhana—fase saat Bulan sepenuhnya berada dalam bayangan Bumi—berlangsung sekitar 1 jam 22 menit, dalam keseluruhan durasi gerhana mulai Penumbra awal hingga Penumbra akhir selama sekitar 5 jam 26 hingga 29 menit. Di zona WIB, fase gerhana dimulai pada pukul 22.26.56 WIB, mencapai puncak pada 01.11.45 WIB, dan berakhir sepenuhnya pada 03.56.34 WIB.

Fenomena ini tidak hanya terlihat di Banyumas atau Indonesia saja, melainkan juga dapat diamati di Asia, sebagian besar Afrika, Eropa bagian timur, dan Australia. Durasi totalitas sekitar 82 menit menjadikannya salah satu gerhana paling lama dalam dekade ini. (dms)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: