Banner v.2

UPTD PPA Purbalingga: Anak Rentan Terprovokasi, Butuh Arahan Positif

UPTD PPA Purbalingga: Anak Rentan Terprovokasi, Butuh Arahan Positif

Kepala UPTD PPA Dinsosdaldukkbp3a Purbalingga, Iman Solihin.-Alwi Safrudin/Radarmas-

PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Aksi demonstrasi pada Sabtu 30 Agustus lalu di Polres Purbalingga berakhir ricuh.

Mayoritas massa yang merupakan pelajar berbuat anarkisme dengan melempari batu.

Menanggapi hal tersebut, Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Dinsosdaldukkbp3a Purbalingga, Iman Solihin mengatakan setiap anak mempunyai hak menyampaikan pendapat, berbicara dan di dengarkan. Namun demikian, alangkah baiknya jika menyampaikan aspirasi lebih positif. 

"Kejadian kemarin melibatkan anak SLTA dan SMP. Secara psikologis pikiran mereka belum stabil. Secara literasi juga belum kuat. Mereka cenderung hanya ikut-ikutan. Tidak ada arah dan tujuan," jelas Iman.

BACA JUGA:Mas Bupati Minta Pelajar di Purbalingga Tak Ikut Unjuk Rasa

Menurutnya, mereka gampang diajak dan terprovokasi. Anak-anak belum tahu apakah informasi itu benar atau hoax. Akhirnya timbul anarkisme yang membuat mereka harus berhadapan dengan hukum.

Iman, mengimbau semua pihak mulai dari penegak hukum, guru, hingga orang tua agar menjaga situasi tetap damai dan kondusif.

Ia menegaskan, anak-anak tidak boleh dieksploitasi dalam konflik sosial maupun politik.

"Jangan mengeksploitasi anak dalam konflik sosial atau politik," tegasnya.

BACA JUGA:Anarkis, Aksi Unjuk Rasa di Depan Mapolres Purbalingga Dibubarkan, Didominasi Pelajar

Iman berharap, anak-anak yang terlibat dalam aksi demonstrasi mendapat pemulihan. Menurutnya, Undang-Undang Perlindungan Anak jelas mengamanatkan perlindungan bagi setiap anak.

"Di Kabupaten Purbalingga sudah dilakukan pembinaan dari Kapolres Purbalingga. Sifatnya humanis, baik kepada anak maupun orang tuanya," ungkapnya. (alw)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: