Dosen Amikom Gelar Pelatihan dan Pendampingan Penggunaan Teknologi AR dan VR untuk Guru Homeschooling
Pelatihan dan Pendampingan Penggunaan Teknologi Augmented Reality dan Virtual Reality Untuk Guru Homeschooling yang Digelar Dosen Amikom.-Budi Cahyo Utomo/Radarmas-
PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran di homeschooling, tim dosen Penerima HIBAH DIKTI 2025 dari Universitas Amikom Purwokerto (UAP) menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tajuk “Pemberdayaan Guru Homeschooling dalam Pemanfaatan Augemented Reality dan Virtual Reality untuk Pengajaran Modern”.
Kegiatan PKM tersebut telah dilaksanakan sepanjang Bulan Agustus 2025 di PKBM Homeschooling HSPG Purwokerto. Sesi pertama dilaksanakan pada 6 Agustus, kemudian berlanjut pada 15 Agustus, selanjutnya pendampingan pada 21 dan 28 Agustus, dan penutupan sekaligus refleksi kegiatan pada 29 Agustus.
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, meningkatkan kompetensi guru serta menyediakan media pembelajaran AR/VR yang dapat dipergunakan dalam sesi pembelajaran di kelas.
Kegiatan ini cukup penting karena saat ini pemanfaatan teknologi yang diterapkan pada Homeschooling HSPG Purwokerto dalam mendukung pembelajaran masih terbatas pada penggunaan e-book, Kahoot, maupun google classroom. Sedangkan infrastruktur yang disediakan pihak sekolah pun masih sangat terbatas yakni hanya mengandalkan laptop, sedangkan LCD proyektor belum tersedia untuk tiap kelas.
BACA JUGA:Dosen Amikom Latih Media Pembelajaran Berbasis AI Guru SMAN 1 Banyumas
Ada satu proyektor namun penggunaannya bergantian dan disesuaikan jenis materi yang akan disampaikan. Meski demikian, guru harus pro aktif untuk memberikan materi pembelajaran yang menarik dan interaktif. Inilah yang menjadi salah satu tantangan besar bagi guru.
Maka dari itu, tim pengabdi hadir untuk turut serta dalam memberikan solusi permasalahan media belajar yang interaktif berbasis Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR).
Pemilihan AR dan VR ini dipilih dengan landasan bahwa keduanya tidak harus ditampilkan melalui proyektor yang memang belum tersedia untuk masing-masing kelas.
Cukup menggunakan laptop atau smartphone sudah bisa menayangkan konten AR maupun VR. Dengan harapan agar siswa tetap dapat belajar dengan media berbasis AR/VR secara baik di sekolah maupun mandiri di rumah.
BACA JUGA:Dosen Amikom dan Mahasiswa Beri Pelatihan Videografi Berbasis Kearifan Lokal di MTs Pakis
Di samping itu, pihak mitra nantinya akan memperoleh 3 buah perangkat Meta Quest 3S untuk mendukung pembelajaran berbasis VR.
“Sebenarnya itu menjadi sebuah kebaharuan untuk mendapatkan apa ya, novelty-nya dapet ya, novelty-nya dapet untuk dunia pendidikan, apalagi terutamanya mungkin untuk jenjang sekolah dasar yang mana didominasi oleh anak-anak yang masih berfikir secara konkrit sehingga perlu melihat kondisi atau berdasarkan latar belakang peserta didik,” ujar Ardani Hildan Amri MPd, Kepala Sekolah HSPG Purwokerto.
Dalam kegiatan ini, 14 peserta yang hadir tidak hanya memperoleh materi teori yang disampaikan oleh Ibu Tyas Pratama Puja Kusuma S Kom MPd. Tetapi juga praktik langsung membuat konten edukasi berbasis AR dan VR yang langsung dipraktekkan oleh Ibu Debby Ummul Hidayah S Kom M MSi selaku ketua tim pelaksana.
Para guru diajak untuk menggunakan aplikasi berbasis website dengan alamat https://delightex.com/ dalam membuat konten AR/VR. Lebih lanjut guru diarahkan untuk membuat model visual sesuai dengan mata pelajaran dan topik yang diampu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
