Mitsubishi Resmi Pamit Dari Persaingan Otomotif Di China, Ada Apa?
Mobil Mitsubishi Resmi Pamit Dari Persaingan Otomotif Di China, Ada Apa--
RADARBANYUMAS.CO.ID - Ada banyak otomotif dari Jepang yang bertengger di jalanan banyak negara termasuk Indonesia. Hal ini membuktikan kualitas dari kendaraan milik Jepang memiliki potensi pangsa pasar yang besar.
Namun, dengan kemajuan zaman kini ada beberapa merk terbaru yang datang baik dari negara asal maupun negara selain Jepang yang ikut serta meramaikan inovasi otomotif dunia dilengkapi harga yang lebih terjangkau.
Oleh karena itu, hal ini menumbuhkan pertumbuhan persaingan baru dan semakin kompetitif di pasar otomotif.
Sehingga ada banyak jalan untuk mempertahankan produk dari jepang salah satunya diterapkannya mobil LCGC di Indonesia.
BACA JUGA:Daftar Negara dengan Industri Otomotif Terbesar di Dunia, Simak Selengkapnya!
BACA JUGA:Penggemar Otomotif Merapat, Ini Cara Mudah Beli Tiket GIIAS 2025 Secara Online dan Offline
Mobil LCGC dengan mayoritas harga dibawah Rp 100 juta dan bisa memberikan hemat energi banyak diterapkan oleh model otomotif dari jepang yang mengutamakan sisi praktis dan fleksibel.
Maka dari itu, mobil asal jepang banyak yang masih bertengger di Indonesia.
Akan tetapi, beberapa negara salah satunya China untuk merk mobil Mitsubishi Motors Corporation telah resmi menutup potensi pasar otomotifnya dikarenakan aktifnya produsen China yang turut serta berkiprah di dunia otomotif.
Pabrikan asal Jepang ini resmi mengumumkan penghentian perjanjian Joint Venture dengan Shenyang Aerospace Mit. Engine Mfg. Ltd yang menandai sektor Mitsubishi di bidang manufaktur otomotif.
BACA JUGA:GIIAS 2025 Diharapkan Jadi Titik Tumbuh Industri Otomotif Nasional
BACA JUGA:Spesifikasi dan Harga Mitsubishi Destinator Hadir GIIAS 2025, Siap Guncang Pasar Otomotif Indonesia
Ada Apa Dengan Mitsubishi Motor Corporation di Negara China?
Dilansir dari Car News China, Keputusan ini disusul dengan berakhirnya produksi mobil Mitsubishi di China tahun 2023 sebagai langkah strategis percepatan transisi pasar china kepada kendaraan energi baru.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
