Pemkab Kebumen Tegaskan Komitmen Hidupkan Pasar Tradisional
Bupati Kebumen Lilis Nuryani bercengkerama dengan salah satu pedagang Pasar Prembun, Jumat (1/8)--
Hadirkan Program Selaras dan SIPKALI
KEBUMEN – Pemerintah Kabupaten Kebumen kembali menegaskan komitmennya dalam menghidupkan pasar tradisional melalui program Sengkuyung Nglarisi Pasar (Selaras) dan peluncuran aplikasi Sistem Informasi Pedagang Kaki Lima (SIPKALI). Kegiatan tersebut berlangsung di Pasar Prembun, Jumat (1/8/2025), dengan suasana penuh kebersamaan.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani hadir langsung dalam acara tersebut bersama Sekretaris Daerah Edi Rianto, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Forkopimcam Prembun, perwakilan BUMN/BUMD, paguyuban pedagang pasar, dan warga sekitar.
Kepala Disperindag KUKM Kebumen Haryono Wahyudi menjelaskan bahwa program Selaras merupakan inisiatif untuk membangkitkan kembali perekonomian pasar tradisional yang sempat mengalami kelesuan.
"Program ini mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjadi penggerak utama dengan membeli produk lokal dan UMKM di pasar. Sebelumnya, Selaras juga telah dilaksanakan di Pasar Pagi saat bulan Ramadan dan Pasar Tumenggungan," jelas Haryono.
Selain program Selaras, Pemkab Kebumen juga meluncurkan aplikasi SIPKALI yang berfungsi untuk mendata dan menata seluruh pedagang kaki lima (PKL) di wilayah Kebumen. Melalui aplikasi ini, setiap PKL akan memiliki identitas berupa QR code yang memuat data lengkap, mulai dari nama, alamat, jenis dagangan, hingga lokasi koordinat berjualan.
"Dengan SIPKALI, jika ada masalah di lapangan, kami bisa dengan mudah mengidentifikasi data pedagang melalui QR code yang terpasang pada gerobak atau ID card mereka," jelas Rud Tomico El Umam, inisiator aplikasi SIPKALI.
Pada tahap awal, aplikasi SIPKALI akan diterapkan di area perkotaan yang diperbolehkan untuk berjualan. Saat ini, sebanyak 120 PKL di kawasan Alun-alun Kebumen telah masuk dalam pendataan tersebut.
Bupati Lilis Nuryani menegaskan pentingnya menjadikan pasar tradisional sebagai tempat yang bersih dan nyaman. Ia menilai gerakan Selaras sebagai semangat gotong royong antara pemerintah, pedagang, pembeli, dan masyarakat untuk menghidupkan kembali denyut pasar tradisional.
"Pengelolaan pasar adalah tanggung jawab kita bersama. Jangan buang sampah sembarangan," pesannya.
Ia juga berharap penerapan teknologi melalui SIPKALI dapat memudahkan pemerintah dalam menata pedagang serta memberikan akses program secara merata dan tertib.
Pasar Prembun sendiri saat ini tercatat memiliki 812 pedagang, yang terdiri dari 232 kios, 517 los, dan 62 pedagang lesehan. Pemerintah daerah berharap gerakan ini dapat menjadi model untuk revitalisasi pasar lainnya di Kebumen. (fur)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
