Enam Sirine Peringatan Tsunami Tidak Berfungsi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen melaksanakan kegiatan uji coba rutin aktivasi sirine Early Warning System (EWS) tsunami.--
KEBUMEN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen melaksanakan kegiatan uji coba rutin aktivasi sirine Early Warning System (EWS) tsunami.
Dalam uji coba yang berlangsung serentak di 24 titik lokasi, terdapat 18 unit sirine yang berfungsi atau berbunyi meskipun sebagian di antaranya memiliki kendala minor, seperti suara kurang keras atau hanya mengeluarkan voice alert.
Sementara itu, sebanyak 6 unit sirine tidak berbunyi karena dalam kondisi perbaikan atau gangguan teknis.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kebumen, Udy Cahyono menyampaikan kegiatan pada Senin (28/7) tersebut merupakan bagian dari upaya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana bagi masyarakat pesisir selatan Kabupaten Kebumen.
Ia menambahkan, kegiatan uji coba ini akan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan sistem peringatan dini berjalan efektif. Pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan perbaikan teknis terhadap unit sirine yang tidak berfungsi optimal.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memahami prosedur evakuasi jika terjadi situasi darurat," ujarnya.
Gempa bumi dengan magnitudi 8,7 mengguncang Kamchatka, Rusia, Rabu (30/7/2025) pagi waktu setempat. Gempa tersebut menimbulkan peringatan tsunami di sejumlah negara, tak hanya Rusia, tapi juga Jepang, Alaska Amerika Serikat (AS), Filipina, Hawai, Guam, termasuk RI.
Di Indonesia, setidaknya ada 10 wilayah RI dalam status waspada tsunami. Wilayah-wilayah itu kemungkinan akan terkena tsunami dengan ketinggian tsunami kurangi ari 0,5 meter.
Karenanya BMKG memberi beberapa instruksi ke pemerintah baik Provinsi, Kabupaten maupun Kota yang berada pada wilayah-wilayah itu. "Pemerintah Propinsi/Kab/Kota yang berada pada status 'Waspada' diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk menjauhi pantai dan tepian sungai," tulis pernyataan Direktur Gempa Bumi & Tsunami BMKG, Daryono.
Perlu diketahui selain Waspada, BMKG juga mengeluarkan status lain yakni Awas dan Siaga. Jika status "Awas" pemerintah diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi menyeluruh namun jika status "Siaga" diharap pemerintah memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi. (cah)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

