Warga Dukuh Kuwarisa, Kebumen Sulap Jalan Buntu Jadi Pasar Tiban Ramadan

Warga Dukuh Kuwarisa, Kebumen Sulap Jalan Buntu Jadi Pasar Tiban Ramadan

Warga Dukuh Kuwarisan Kelurahan Panjer Kebumen menunggu waktu berbuka puasa dengan menunggu kereta api melintas. --

KEBUMEN - Saat bulan Ramadan, ngabuburit menjadi hal yang umum dilakukan warga untuk menunggu waktu berbuka puasa. Ada banyak pula cara yang dilakukan warga dalam kegiatan ngabuburit.

Seperti yang dilakukan warga Dukuh Kuwarisan Kelurahan Panjer Kebumen ini, misalnya. Sembari menunggu waktu berbuka puasa, warga setempat berbondong-bondong
menghabiskan waktu dengan menunggu kereta api melintas.

Kumpulan warga ini kemudian diikuti dengan munculnya warga lain yang menjajakan takjil untuk berbuka puasa. Tak pelak, lokasi tersebut tak ubahnya Pasar Tiban Ramadan. Disebut pasar tiban, karena hanya muncul saat bulan ramadan.

Pasar ini menggunakan lahan bekas jalan perlintasan kereta api yang sudah di tutup oleh pihak PT KAI Daop 5 Purwokerto. Sepanjang kurang lebih  50 meter saat sore hari mulai pukul 15.30 WIB hingga menjelang berbuka puasa pedagang berjejer menjajakan beraneka macam makanan menu berbuka puasa.

BACA JUGA:Atasi Stunting Jadi Program Utama TP PKK Kebumen

BACA JUGA:Ngabuburit Berteman Kereta di Area Persawahan

Banyak macam dagangan ada dilokasi ini, mulai dari jajanan ringan telor gulung, cakwe, batagor hingga minuman dingin. Seperti es buah, es kelapa muda, es dawet, es kuwud. Tak hanya itu tak sedikit pedang kerajikan dan mainan juga ikut gelar lapak dilokasi ini.

Lokasi ngabuburit ini juga sering dijuluki dengan daerah Kecepit, pasalnya jalan buntu ini pada hari-hari biasa hanya digunakan untuk melintas truk yang membawa bak sampah.

Jalan buntu ini hanya digunakan para pejalan kaki dan pesepeda yang melintas dari Jalan Cendrawasih potong kompas melewati rel tanpa lapang pintu menuju kota atau jalan utama Jl Kyai Hasyim Ashari. Saat menyebereng rel ini mereka juga harus mengangkat sepedanya.

“Sebenarnya ini jalan buntu, namun bisanya warga potong kompas agar lebih cepat, saat bulan ramadan dari dulu sejak saya kecil sudah menjadi lokasi favorit untuk ngabuburit sambil lihat kereta lewat,” kata salah satu warga, Slamet (50), Kamis (6//3).

BACA JUGA:Harga Naik Turun, Petani Cabai Kebumen Tetap Optimis

BACA JUGA:Bupati Kebumen Tekankan Sinergi, Prioritaskan Efisiensi

Dewi (31) salah satu pedagang es buah mengatakan, ia berdagang di lokasi ini hanya saat bulan puasa. Ia mengaku dalam satu sore mendapatkan keuntungan berkisar 100 hingga 200 ribu rupiah.

"Kalau hari-hari biasa nggak jualan ini karena momen ramadan saja," katanya.

Pengunjung pasar tiban tersebut banyak diserbu dari para santri pondok dan warga masyarakat di Kecamatan Kebumen.

"Banyak santri pondok, kadang juga ada pengunjung dari desa jauh dating kesini karena penasaran rame, sebenarnya karena warga nunggu buka sambal lihat kereta awalnya itu," kata Riyadi (50) warga setempat. (fur)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: