Petani Organik Dawuhan Basmi Walang Sangit dengan Limbah Sekam

Petani Organik Dawuhan Basmi Walang Sangit dengan Limbah Sekam

Proses pembuatan asap cair, inovasi untuk pengendali hama seperti walang sangit pada tanaman sebagai pengganti bahan kimia, Sabtu (9/3/2024). -Sugiyanto untuk Radarmas-

BANYUMAS, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID - Kelompok Tani Marsudi Among Tani Desa Dawuhan Kecamatan Banyumas memproduksi asap cair. Inovasi untuk pengendali hama pada tanaman sebagai pengganti bahan kimia.

"asap cair digunakan untuk mengatasi hama walang sangit pada tanaman padi," terang Ketua Kelompok Tani Marsudi Among Tani, Slamet, Jumat (29/3/2024).

Tidak sulit untuk mencari bahan baku pembuatan asap cair. Sebab, memanfaatkan limbah dari gabah yang mudah diperoleh di sekitar lingkungan.

Disebut Slamet pembuatan asap cair hanya mengunakan satu bahan. Tidak ada tambahan lain, sehingga petani tidak kesulitan mempersiapkan komposisinya.

BACA JUGA:Petani Organik Dawuhan Dilatih Pembuatan Benih

BACA JUGA:Sejumlah Kendala Masih Dialami Petani Saat Menanaam Padi Organik

"Bahan yang digunakan untuk pembuatan asap cair hanya dari sekam, tidak ada tambahan apa-apa," jelas Slamet.

Asap cair merupakan salah satu alternatif bagi petani untuk pengendalian hama dengan cara alami. Maka Kelompok Tani Marsudi Among Tani sebagai petani yang fokus sistem organik membuat asap cair sendiri.

Sebelumnya, Kelompok Tani Marsudi Among Tani telah mendapatkan pelatihan pembuatan asap cair. Peralatan produksi asap cair telah tersedia.

Oleh karena itu, petani organik di Kelompok Tani Marsudi Among Tani berupaya untuk menerapkan ilmu pengetahuan tentang asap cair yang telah diperoleh dengan rajin memproduksi.

Penyuluh Pertanian Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Banyumas Sugiyanto mendorong Kelompok Tani Marsudi Among Tani untuk terus produktif.

"Tidak hanya membuat asap cair, kelompok tani juga sudah produksi sendiri pupuk organik cair, pestisida nabati dan lainnya untuk budidaya tanaman padi organik," kata Sugiyanto. (fij)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: