Banner v.2

ABK Putus Sekolah Terbanyak di Gumelar

ABK Putus Sekolah Terbanyak di Gumelar

Pada gebyar inklusi 2019 dimainkan olahraga gabungan antara ABK dan anak reguler beserta perangkat pembelajaran RPP adaktif. Yudha Iman Primadi/Radarmas- PURWOKERTO-Kecamatan Gumelar menjadi wilayah terbanyak anak berkebutuhan khusus (ABK) putus sekolah. Hal itu sesuai hasil pendataan siswa SD/MI putus sekolah usai tahun 2019, Dilaporkan, 3 ABK putus sekolah di Kecamatan Gumelar. Jumlah ini lebih besar dibandingkan dengan Baturaden, Ajibarang, Tambak, Wangon, Jatilawang dan Purwojati. Setelah pendataan melalui Korwilcam, langkah yang diambil oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas yaitu dengan memasukkan ABK putus sekolah ke 47 sekolah jenjang SMP/MTs yang membuka layanan inklusi. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Irawati SE mengatakan sejak dideklarasikan sebagai kabupaten inklusi tahun 2016 lalu, jumlah sekolah yang melayani pendidikan inklusi di Banyumas bertambah. Saat ini total 592 sekolah inklusi mulai jenjang PAUD, SD/MI dan SMP/MTs di Banyumas. "Ada 30 PAUD, 515 SD/MI dan 47 SMP/MTs sebanyak yang membuka layanan inklusi," katanya membuka acara gebyar inklusi 2019 Kabupaten Banyumas di lapangan Kecamatan Cilongok, Selasa (27/8) kerjasama Pemkab Banyumas dan UNICEF. Di madrasah, Plh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas H Ibnu Asaddudin SAg MPd mengatakan madrasah yang sudah memiliki Surat Keputusan Dirjen sebagai madrasah inklusi ada 3 madrasah yaitu MTs Al-Hidayah Purwokerto Utara, MI Salafiyah Kebarongan Kemranjen dan MTs MANU 1 Sumpiuh. Dari pendataan Kankemenag Banyumas tahun 2017, ABK yang menempuh pendidikan di madrasah inklusi sebanyak 66 anak. ABK terbanyak di Kecamatan Sumbang. Bupati Banyumas Ir H Achmad Husein berharap ABK menjadi anak-anak yang penuh kegembiraan dan percaya diri agar nantinya menjadi orang yang mandiri. Keberadaan ABK secara bertahap juga dapat terdata seluruhnya. Kepada Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Banyumas dapat membuat aplikasi yang bisa diakses melalui telepon pintar berisi data online yang digunakan untuk memantau perkembangan anak-anak berkebutuhan khusus. (yda)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: