Banner v.2

Pokémon Go Dirazia di SMPN 1 Purwokerto

Pokémon Go Dirazia di SMPN 1 Purwokerto

PURWOKERTO - Demam Pokémon Go sudah melanda semua kalangan, tak terkecuali pelajar. Mengantisipasi dampak buruk aplikasi Pokémon Go, SMPN 1 Purwokerto melakukan razia pada Rabu (20/7) kemarin. Dari hasil razia, ternyata ada siswa yang memiliki aplikasi Pokémon Go di Hpnya. Siswa pemakai game Pokémon Go mengaku mengunduh aplikasi tersebut karena penasaran dan ingin mencoba. Razia-Pokémon-Go-di-SMPN-1- RAZIA: Guru di SMPN 1 Purwokerto menggelar razia terhadap HP siswa, Rabu (20/7). HP yang kedapatan ada aplikasi Pokémon Go disita Siswa yang menggunakan HP dengan menggunakan kamera disita oleh pihak sekolah. Dari Hp yang terkumpul, diperiksa apakah didalamnya ada apilkasi Pokémon Go. Siswa kelas IX, Khoerul Anam mengaku menginstal aplikasi Pokémon Go karena merasa penasaran banyaknya pemberitaan di media. Anam menginstal aplikasi Pokémon Go sebelum lebaran untuk mengisi waktu saat mudik. Permainan Pokémon Go dilakukannya didalam bus. "Jadi tidak jalan-jalan sendiri, tergantung bus berjalan kemana," terangnya. Setelah mengetahui bahaya menggunakan permainan tersebut, Anam bersedia jika aplikasi Pokémon Go di Hpnya dihapus. Dia mengaku baru menggunakan satu kali. Kepala SMPN 1 Purwokerto Sulistyaningsih, Spd, Mpd mengatakan, permainan Pokémon Go sangat membahayakan pengguna. Sehingga SMPN 1 Purwokerto melarang keras siswa menggunakan permainan tersebut. Tidak hanya membahayakan, namun aplikasi tersebut akan berpengaruh terhadap prestasi siswa. "Survei mengungkapkan semakin cangih HP yang dimiliki siswa, prestasi siswa terus mengalami penurunan," terangnya. Sebenarnya kata dia, mulai tahun ajaran ini siswa dilarang membawa HP yang dilengkapi dengan kamera. Aturan tersebut berlaku dua hari, sehingga masih banyak yang menganggap jika aturan belum ditegakkan secara maksimal. Sehingga masih banyak didapati siswa yang membawa HP yang dilengkapi dengan kamera. "Kami melarang keras, setiap pelanggaran (membawa HP kamera) akan mendapat skor 50. Jadi ketahuan dua kali saja, siswa akan dikeluarkan," terangnya. Pokemon-Go-Dirazia-di-SMPN-1-Purwokerto Wali murid dari siswa yang HP nya disita, akan dipanggil ke sekolah untuk mendapatkan pembinaan. Hingga pukul 17.00 pihak sekolah belum mengetahui jumlah total siswa yang membawa HP berkamera serta HP yang berisi aplikasi Pokémon Go. "Itu harus dilakukan pengecekan, kebetulan sekolah belum selesai dalam melakukan pengecekan. Sehingga jumlah total pengguna Pokémon Go belum diketahui," kata Sulistyani. (ida/sus)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: